Wilmar Ringankan Beban Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala

 

Wilmar melalui unit usahanya di Sulawesi, PT. Multi Nabati Sulawesi (MNS) Bitung terlibat langsung dalam meringankan beban masyarakat yang menjadi korban bencana alam dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi tengah dengan menyalurkan bantuan 800 jeriken minyak goreng.

Country Head WilmarDarwin Indigo dalam keterangan resminya mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian perusahaan dalam meringankan penderitaan korban bencana dan mendukung upaya pemerintah dalam membangun kembali kedua wilayah tersebut pasca terjadinya bencana 28 September lalu.

Apalagi, kata dia, kedua wilayah tersebut berdekatan dengan lokasi operasi perusahaan sehingga sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk turut serta membantu para korban dan pemerintah dalam memulihkan daerah terdampak. Bantuan tersebut disalurkan melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang akan mendistribusikannya ke daerah bencana.

Kami berharap, kedua wilayah ini dapat segera pulih dan aktivitas dapat kembali normal, kata Darwin Indigo di Jakarta, Kamis (04/10).

Menurut Darwin, bantuan yang disalurkan itu merupakan kebutuhan dasar yang banyak dibutuhan masyarakat di lokasi bencana. Selain bahan makanan, dalam waktu dekat, pihaknya akan kembali mengirimkan bantuan tahap kedua berupa tenda, alat berat, dan bahan bakar minyak yang diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan wilayah tedampak.

Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait dalam penyaluran, agar bantuan yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran, katanya menambahkan.

Sesuai imbauan pemerintah, seluruh pihak diharapkan partisipasinya untuk memberikan dukungan dalam meringankan beban korban bencana. Apalagi, infrastruktur di kedua daerah terdampak mengalami kerusakan cukup parah, sehingga ketersediaan dan penyaluran bantuan masih tersendat. Saat ini, sejumlah wilayah di daerah bencana masih ada yang belum tersentuh bantuan akibat rusaknya infrastruktur.

Bencana di Palu dan Donggala mengakibatkan banyak infrastruktur yang rusak. Selain itu ribuan orang menjadi korban meninggal. Saat ini masyarakat terus berusaha bangkit meski banyak yang masih berada di tenda-tenda pengungsian.

 

Sumber: Antaranews.com