,

4 Perbedaan Minyak Goreng Curah dan Minyak Goreng Kemasan

 

TEMPO.COJakarta -Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan berharap para pedagang minyak goreng mengganti kemasan minyak goreng curah dengan kemasan yang lebih baik.

Mendag Ingin Ganti Kemasan Minyak Goreng Curah

“Kami berharap minyak goreng curah itu tidak diplastik kiloan seperti ini. Karena memakai plastik ini tidak higienis, gampang tumpah, dan dibawanya tidak praktis,” kata Zulkifli saat kunjungi Pasar Cibubur, Kamis 16 Juni 2022. “Kami akan pikirkan kemasannya bagaimana agar bisa lebih baik lagi.”

Adapun harga kemasan untuk minyak goreng curah dengan plastik kiloan seharga Rp 50. Sedangkan plastik kemasan yang lebih baik diperkirakan harganya sebesar Rp 500.

Tingginya harga minyak goreng kemasan membuat masyarakat banyak yang mengeluh. Akibatnya masyarakat banyak yang beralih menggunakan minyak goreng curah. Lantas, apa perbedaan antara minyak goreng kemasan dan minyak goreng curah?

Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini perbedaan minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan premium:

1. Harga Lebih Murah

Dikutip dari llaman resmi Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), harga minyak goreng curah bisa lebih murah dibandingkan harga minyak goreng kemasan premium. Hal ini dikarenakan minyak goreng curah tidak menggunakan merek dan kemasan.

2. Pendistribusian

Minyak goreng curah didistribusikan dari pabrik menggunakan drum berukuran 180 liter ke agen yang mengemasnya. Kemudian, minyak dikemas kembali dalam jerigen berukuran 10 liter hingga 20 liter. Selanjutnya, jerigen disalurkan ke pedagang eceran yang menjualnya kepada penjual dalam kemasan plastik. Minyak goreng curah biasanya dijual ke pasar tradisional, bukan pasar modern.

3. Proses Penyaringan

Minyak goreng curah merupakan minyak sawit yang sudah melalui tahap pemurnian (refining), pemutihan (bleaching) dan penghilangan bau (deodorizing). Perbedaan minyak goreng curah dengan minyak goreng kemasan pada dasarnya terletak pada penyaringannya. Minyak goreng curah mengalami satu kali penyaringan, sedangkan minyak goreng kemasan mengalami dua kali penyaringan. Berdasarkan persyaratan SNI, minyak goreng curah cenderung tidak memenuhi pada satu kriteria, yaitu syarat bilangan peroksida. Sedangkan minyak goreng kemasan mengalami dua kali penyaringan.

4. Uji Klinis

Semua minyak goreng kemasan premium telah teruji klinis oleh BPOM sehingga terjamin kualitasnya. Sehingga mingak goreng kemasan sudah dijamin aman digunakan untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Sedangkan minyak goreng curah, tidak ada yang bisa menjamin kualitasnya dengan berbagai paparan dan risiko kontaminasi yang bisa terjadi.

 

Sumber: Tempo.co