Mulai Pulih, Ekspor Produk Sawit ke Brasil dan Rusia Melonjak

Produksi minyak sawit Indonesia telah menunjukkan kenaikan yang konsisten dalam tiga bulan terakhir.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mukti Sardjono membeberkan, pada Juli produksi CPO tercatat 3,85 juta ton. Kemudian naik menjadi 4,38 juta ton pada Agustus, dan 4,73 juta ton pada September 2020.

Namun, secara Year on Year (YoY) sampai dengan September produksi 2020 masih lebih rendah, yakni -4,7 persen dari produksi 2019.

Adapun nilai ekspor produk sawit pada September mencapai USD 1.871 juta. Naik 10 persen dibandingkan dengan nilai ekspor Agustus sebesar USD 1.697 juta.

“Secara YoY sampai dengan September, nilai ekspor produk sawit 2020 mencapai USD 15.498 juta, lebih besar dari 2019 sebesar USD 14.458 juta,” kata Mukti dalam keterangannya, Kamis (12/11/2020).

Sedangkan secara volume, ekspor September mencapai 2.764 ribu ton, naik 81 ribu ton (3 persen) dari bulan Agustus sebesar 2.683 ribu ton.

“Ekspor ke China pada bulan September adalah 645 ribu ton, naik dari 618 ribu ton pada bulan Agustus. Ekspor ke India pada bulan September adalah 351 ribu ton yang sama dengan bulan Agustus. Sementara ekspor ke EU dan Pakistan pada bulan September lebih rendah dari bulan Agustus,” kata Mukti.

Mukti melanjutkan, kenaikan ekspor terjadi dengan tujuan Brazil yang naik 44 ribu ton, Malaysia 39 ribu ton, Rusia 37 ribu ton dan Afrika 39 ribu ton.

“Yang menarik adalah bahwa ke sebagian besar negara Afrika sebenarnya terjadi penurunan. Tetapi kenaikan yang tinggi terjadi dengan tujuan Kenya (61 ribu ton) dan Afrika selatan (33 ribu ton),” jelas Mukti.

Konsumsi Dalam Negeri

Di sisi lain, Mukti menyebutkan konsumsi dalam negeri untuk pangan dalam 4 bulan terakhir menunjukkan kenaikan yang konsisten. Dimana pada September mencapai 667 ribu ton. Secara YoY, sampai dengan September konsumsi untuk pangan masih lebih rendah dari tahun lalu (-15,8 persen).

“Kenaikan konsumsi untuk oleokimia cenderung mendatar. Konsumsi untuk oleokimia September mencapai 151 ribu ton yang sama dengan bulan Agustus dan hanya 3 ribu ton lebih tinggi dari bulan Juli,” beber Mukti.

Secara YoY, sampai dengan September konsumsi untuk oleokimia sudah lebih tinggi (49 persen) dari 2019. Konsumsi minyak sawit untuk biodiesel pada September 2020 mencapai 630 ribu ton, naik 54 ribu ton dari bulan Agustus. Secara YoY, konsumsi untuk biodiesel adalah naik 27,2 persen dari 2019.

“Kenaikan konsumsi dalam negeri dan ekspor menjadi menjadi harapan untuk mengantisipasi kenaikan produksi,” tutup dia.

Sumber: Liputan6.com

Harga TBS Sawit Sumut Periode 11-17 November 2020 Naik Rp 2,48/Kg

InfoSAWIT, MEDAN – Merujuk hasil dari tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Provinsi Sumatera Utara (Sumut) untuk periode 11-17 November 2020, telah menyepakati harga sawit umur 10 – 20 tahun naik Rp 2,48Kg menjadi Rp 2.110,25/Kg.

Berikut harga sawit Provinsi Sumut berdasarkan penelusuran InfoSAWIT, sawit umur 3 tahun Rp 1.640,74/Kg; sawit umur 4 tahun Rp 1.793,90/Kg; sawit umur 5 tahun Rp 1.892,29/Kg; sawit umur 6 tahun Rp 1.945,44/Kg; sawit umur 7 tahun Rp 1.965,43/Kg; sawit umur 8 tahun Rp 2.015,49/Kg.

Sementara sawit umur 9 tahun Rp 2.055,52/Kg dan sawit umur 10-20 tahun Rp 2.110,25/Kg, sawit umur 21 tahun Rp 2.105,27/Kg, dan sawit umur 22 tahun Rp 2.075,80/Kg, sawit umur 23 tahun Rp 2.053,91/Kg, sawit umur 24 tahun Rp 1.981,50/Kg dan sawit umur 25 tahun Rp 1.916,66/Kg. Dimana harga minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan Rp 9.561,31/Kg dan harga Kernel Rp 5.176,50/Kg dengan indeks K 88,06%. (T2)

 

Sumber: Infosawit.com

Harga TBS Sawit Riau Periode 11-17 November 2020 Naik Rp 15,69/Kg

 

InfoSAWIT, PEKANBARU — Merujuk hasil dari tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Provinsi Riau merujuk surat Penetapan  Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Riau No.45 periode 11 s/d  17 November 2020, telah menyepakati harga sawit umur 10 – 20 tahun naik Rp 15,69/Kg menjadi Rp 2.130,88/Kg.

Berikut harga sawit Riau berdasarkan penelusuran InfoSAWIT,  sawit umur 3 tahun Rp 1.571,40/Kg; sawit umur 4 tahun Rp 1.702,22/Kg; sawit umur 5 tahun Rp 1.860,49/Kg; sawit umur 6 tahun Rp 1.905,21/Kg; sawit umur 7 tahun Rp 1.979,55/Kg; sawit umur 8 tahun Rp 2.034,24/Kg.

Sementara sawit umur 9 tahun Rp 2.082,09/Kg dan sawit umur 10-20 tahun Rp 2.130,88/Kg, sawit umur 21 tahun Rp 2.040,31/Kg, dan sawit umur 22 tahun Rp 2.030,06/Kg, sawit umur 23 tahun Rp 2.021,51/Kg, sawit umur 24 tahun Rp 1.936,07/Kg dan sawit umur 25 tahun Rp 1.889,07/Kg. Dimana harga minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan Rp 9.613,72/Kg dan harga Kernel Rp 5.343,69/Kg dengan indeks K 88,88%. (T2)

 

Sumber: Infosawit.com

Biomasa Kelapa, kelapa Sawit dan Kayu, Bakal Pasok Pasar Bioenergi Jepang

InfoSAWIT, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berkomitmen mendorong pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), baik yang berasal dari kelapa sawit maupun komoditas lainnya. Selain dapat mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM), keberadaan energi terbarukan juga akan meningkatkan daya saing petani.

Melanjutkan komitmen tersebut, Kedeputian Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian bersinergi dengan Indonesia-Japan Business Network (IJB-Net) untuk mengoordinasikan penyusunan rencana kerja pemenuhan kebutuhan pasar bioenergi di Indonesia, Jepang, dan dunia.

“Targetnya, bisa menjadikan Indonesia sebagai produsen bioenergi yang mampu memasok kebutuhan Indonesia, Jepang, dan dunia,” tutur Menko Perekonomian dalam Kick Off Meeting Rencana Kerja Pemenuhan Kebutuhan Pasar Bioenergi Jepang, Selasa (10/11/2020), yang dihadiri InfoSAWIT, via online, di Jakarta.

Menko Airlangga menerangkan bahwa kebutuhan bioenergi Indonesia, Jepang, dan dunia terus meningkat. Sebagai informasi, penggunaan EBT Indonesia saat ini mencapai 9,5%, sedangkan pada tahun 2025 ditargetkan sebesar 23% dan tahun 2050 sebanyak 31%.

Sementara Jepang menargetkan pemakaian EBT sebesar 22-24% dari seluruh kebutuhan energinya, hingga tahun 2030. Negara ini akan melakukan penggantian 100 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara dengan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm).

“Potensi pengembangan bioenergi di Indonesia sangat besar. Indonesia memiliki potensi lahan dan bahan baku melimpah, limbah industri yang bisa diolah, Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) yang mendukung. Ini harus terus kita dorong,” tegas Airlangga.

Pemerintah Indonesia juga akan terus meningkatkan hubungan dengan Pemerintah Jepang untuk mewujudkan kerja sama yang telah dirintis melalui Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan lainnya.

“Pemerintah akan terus berusaha menjaga kualitas dan kuantitas produk biomassa kita agar dapat memenuhi standar yang dibutuhkan pasar Jepang. Untuk itu, komunikasi yang baik dan promosi antara Indonesia dan Jepang perlu terus dibangun,” tutur Airlangga.

 

Sumber: Infosawit.com

Harga CPO Naik, Laba Bersih Cisadane Sawit Melesat 360,2%

InfoSAWIT, PEKANBARU — Merujuk hasil dari tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Provinsi Riau merujuk surat Penetapan  Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Riau No.45 periode 11 s/d  17 November 2020, telah menyepakati harga sawit umur 10 – 20 tahun naik Rp 15,69/Kg menjadi Rp 2.130,88/Kg.

Berikut harga sawit Riau berdasarkan penelusuran InfoSAWIT,  sawit umur 3 tahun Rp 1.571,40/Kg; sawit umur 4 tahun Rp 1.702,22/Kg; sawit umur 5 tahun Rp 1.860,49/Kg; sawit umur 6 tahun Rp 1.905,21/Kg; sawit umur 7 tahun Rp 1.979,55/Kg; sawit umur 8 tahun Rp 2.034,24/Kg.

Sementara sawit umur 9 tahun Rp 2.082,09/Kg dan sawit umur 10-20 tahun Rp 2.130,88/Kg, sawit umur 21 tahun Rp 2.040,31/Kg, dan sawit umur 22 tahun Rp 2.030,06/Kg, sawit umur 23 tahun Rp 2.021,51/Kg, sawit umur 24 tahun Rp 1.936,07/Kg dan sawit umur 25 tahun Rp 1.889,07/Kg. Dimana harga minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan Rp 9.613,72/Kg dan harga Kernel Rp 5.343,69/Kg dengan indeks K 88,88%. (T2)

 

Sumber: Infosawit.com

Tinjau Perkebunan Rakyat, H Korari Suwondo Canangkan Bantuan Bibit Sawit

 

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Calon Wakil Bupati Kabupaten Bangka Tengah, H Korari Suwondo berkomitmen untuk memberikan bantuan berupa bibit kelapa sawit berkualitas untuk petani kecil.

Untuk merealisasikan program itu, ia melakukan peninjauan di kebun-kebun rakyat.

Korari mengatakan, tinjauan dilakukan untuk mengumpulkan data-data mengenai penerima bantuan ini.

Rencananya bantuan ini bakal diperuntukkan bagi petani yang memiliki lahan maksimal seluas 2 hektare.

Sedangkan petani yang memiliki lahan lebih dari 2 hektare tidak diberikan bantuan ini.

“Bibit ini tidak boleh diperjualbelikan, semua untuk kesejahteraan petani kecil. Dengan langkah konkret ini diharapkan akan mampu meningkatkan produktivitas perkebunan di Bangka Tengah,” kata Korari, Selasa (10/11/2020).

Menurut dia, langkah ini merupakan bagian dari percepatan program peremajaan tanaman kelapa sawit.

Sebab, tanaman yang telah berusia lebih dari 25 tahun akan mengalami penurunan produktivitas.

Padahal selama ini sektor perkebunan sawit menjadi andalan pemerintah daerah maupun pemerintah swasta dalam mendulang devisa.

Selain itu, komoditas andalan ini juga menyerap banyak tenaga kerja sehingga harus menjadi perhatian khusus dari pemerintah.

“Sawit berperan penting bagi penghidupan masyarakat, oleh karena itu petaninya harus sejahtera. Ini akan menjadi prioritas kami,” kata dia.

Lebih lanjut, Korari menjelaskan program ini dicanangkan lantaran sawit merupakan komoditas andalan yang banyak menyumbangkan devisa bagi daerah maupun secara nasional.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian 2019, produksi sawit (minyak sawit dan inti sawit) 2018 tumbuh 6,85% menjadi 48,68 juta ton dari tahun sebelumnya.

Jumlah produksi tersebut terdiri atas sawit dari perkebunan rakyat sebesar 16,8 juta ton (35%), perkebunan besar negara 2,49 juta ton (5%), dan perkebunan besar swasta 29,39 juta ton (60%).

Produksi sawit nasional telah melonjak lebih dari 5.600% atau sekitar 144% per tahun.

Sepanjang 2018 volume ekspor minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) naik 1,85% menjadi 28,3 juta ton dari tahun sebelumnya.

Namun, nilainya turun sebesar 12% seiring jatuhnya harga CPO di pasar internasional sebesar 21% menjadi US$ 535/ton dari tahun sebelumnya US$ 679/ton.

“Kalau petaninya sejahtera, maka daerah pun akan sejahtera. Jadi kami akan terus berjuang bersama petani,” kata dia.

Petani Desa Cambai Selatan, Kecamatan Namang, Jimaintoni (45 tahun) menyambut baik upaya tersebut.

Pasalnya, selama ini kebun miliknya tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah dalam bentuk apapun.

Adapun luas kebun yang dimilikinya yakni seluas 1,75 hektare.

Dengan begitu ia berharap bantuan segera terealisasi sehingga mampu meningkatkan hasil panen.

“Beliau (Korari Suwondo) memang dikenal dekat dengan petani kecil seperti kami. Bantuan ini sangat menolong para petani dan berharap melalui kerja kerasnya semua orang dapat semakin sejahtera,” ujarnya.

Sebagai informasi, H Korari Suwondo telah resmi ditetapkan oleh Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan sebagai Calon Wakil Bupati Kabupaten Bangka Tengah mendampingi Bakal Calon Bupati Didit Srigusjaya.

Mereka pun mendapatkan dukungan dari empat partai koalisi yakni Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelora Indonesia dan Partai Bulan Bintang (PBB).

 

Sumber: Bangka.tribunnews.com

Kelapa Sawit Industri Tak Terdampak Covid-19, Begini Masa Depannya

 

BANGKAPOS.COM  – Deputi Pengembangan Agribisnis Perkebunan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Moch Edy Yusuf menyatakan bahwa pemerintah memiliki perhatian sangat besar terhadap kelapa sawit Indonesia. Sebab, kata Edy, potensi kelapa sawit sangat besar, yakni menjadi market share dan eksportir terbesar di dunia.

“Pada 2019, ekspor kelapa sawit sebesar 37,3 juta ton, sementara market share sebanyak 55 persen. Dan pertumbuhan kelapa sawit rata-rata mencapai 8 persen, dan ekspor rata-rata mencapai 7 persen,” kata Edy.

Dilihat dari luas lahannya, berdasarkan data terakhir, luasnya16,381 juta hektare dengan persebaran di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan sedikit di Jawa.

Menurutnya, kontribusi atas besarnya jumlah tenaga kerja itu membuat pemerintah terus menaruh perhatian pada sawit.

Deputi Direktur Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJS Ketenagakerjaan, Zainudin, mengatakan, kelapa sawit merupakan salah satu industri yang tidak terdampak Covid-19. Bahkan, sawit akan terus menjadi komoditi yang sangat strategis untuk Indonesia.

“Makanya saya sering sampaikan, sawit itu harga diri bangsa. Jadi harus kita perjuangkan bersama,” kata Zainuddin.

Zainuddin juga menyatakan bahwa kini pihaknya memiliki lima program jaminan sosial setelah kehadiran Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Lima jaminan tersebut, ialah jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kehilangan pekerjaan.

Perwakilan dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Yuli MY mengemukakan enam isu dan persoalan pekerja pada sektor perkebunan kelapa sawit.

Keenam isu tersebut mengenai status ketenagakerjaan, dialog sosial hubungan industrial, penerapan K3 & kesehatan kerja, pekerja anak, pengupahan, dan pengawasan pemerintah.

Dalam menjawab enam tantangan tersebut, pihaknya bersama-sama dan berkolaborasi dengan NGO, perwakilan pekerja, pemerintah, dan korporasi.

Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan melalui Ditjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) mengadakan Webinar Kader Norma Ketenagakerjaan (KNK) Sektor Perkebunan Kelapa Sawit, Senin (9/11/2020).

Direktur Bina Penegakan Hukum Ketenagakerjaan, M Iswandi Hari menjelaskan, KNK merupakan personel perusahaan yang telah mendapat pembekalan mengenai norma ketenagakerjaan agar memiliki pemahaman dan kemampuan membantu pengusaha dalam melaksanakan norma-norma ketenagakerjaan di perusahaan.

“Dalam perkembangannya hingga Juli 2019, KNK terdapat di 22 provinsi dan 648 perusahaan. Adapun jumlahnya terbagi menjadi KNK Muda sebanyak 925, KNK Madya sebanyak 250, dan KNK Utama sebanyak 162,” kata Iswandi dalam keterangannya, Selasa (10/11/2020).

Sementara output dari KNK, tersusunnya rekomendasi usulan perbaikan terkait dengan isu-isu ketenagakerjaan dalam sektor perkebunan kelapa sawit.

Terselenggaranya pendidikan dan pelatihan KNK dan ahli K3 pada perkebunan kelapa sawit secara berkala di 26 provinsi penghasil kelapa sawit.

Output lainnya, ialah terlaksananya sosialisasi dan diseminasi regulasi kepada perusahaan dan perkebunan kelapa sawit meliputi penyampaian dan penanganan permasalahan, K3, serta jaminan sosial ketenagakerjaan secara berkala di 26 provinsi penghasil kelapa sawit.

“Terlaksananya pengawasan pelaksanaan regulasi meliputi K3 dan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk usaha perkebunan kelapa sawit pada 26 provinsi penghasil kelapa sawit secara berkala,” kata Iswandi.

Iswandi memastikan, Kementerian Ketenagkerjaan dalam hal ini Direktorat Jenderal Binwasnaker dan K3 mendukung penuh Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Tahun 2019-2024 dengan mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas KNK.

Pihaknya juga menyatakan siap mengawal pelaksanaan regulasi meliputi K3 dan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk usaha perkebunan kelapa sawit. (*)

 

Sumber: Bangka.tribunnews.com

Harga TBS Sawit Sumsel Periode I-November 2020 Naik Rp 125,35/Kg

 

InfoSAWIT, PALEMBANG – Merujuk hasil dari Tim Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), periode I-November 2020, ditetapkan pada 9 November 2020 telah menyepakati sawit umur 10 – 20 tahun naik Rp 125,35 Kg menjadi Rp 2.009,75/Kg. Rapat berikutnya akan dilakukan pada Selasa tanggal 17 November  2020.

Berikut harga sawit Provinsi Sumsel berdasarkan penelusuran InfoSAWIT, sawit umur 3 tahun Rp 1.753,29/Kg; sawit umur 4 tahun Rp 1.798,28/Kg; sawit umur 5 tahun Rp 1.839,51/Kg; sawit umur 6 tahun Rp 1.876,15/Kg; sawit umur 7 tahun Rp 1.909,04/Kg; sawit umur 8 tahun Rp 1.939,01/Kg.

Sementara sawit umur 9 tahun Rp 1.964,41/Kg; sawit umur 10-20 tahun Rp 2.009,75/Kg; sawit umur 21 tahun Rp 1.983,51/Kg; sawit umur 22 tahun Rp 1.961,04/Kg; sawit umur 23 tahun Rp 1.934,40/Kg; sawit umur 24 tahun Rp 1.904,02/Kg; dan sawit umur 25 tahun Rp 1.835,55/Kg. Minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan Rp 9.306,28/Kg dan kernel Rp 4.692,10/Kg dengan indeks K 89,28%. (T2)
,

Butuh Dukungan Pemerintah untuk Penghiliran CPO

 

Bisnis, JAKARTA – Pemerintah dinilai perlu mencari cara lain dan menyiapkan dukungan infrastruktur agar penghiliran minyak mentah Kelapa Sawit {crude palm oil/CPO) berjalan mulus, karena adanya peningkatan biaya ekspor CPO pada akhir 2020.

Seperti diketahui, Peraturan Menteri Perdagangan (Permen-dag) No. 87/2020 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea

Keluar membuat bea keluar CPO per November 2020 naik US$13,5 menjadi US$782,03 per metrik ton.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menilai beleid tersebut merupakan hal yang dilematis. Pasalnya, pelaku industri mendorong penghiliran di dalam negeri, tetapi pabrikan CPO telah memiliki perjanjian dagang dengan pelaku industri di negara tujuan ekspor.

“Kalau kami ibaratnya mau menggenjot semua [hilirisasi] di dalam negeri, nanti dunia marah karena dunia sudah melakukan investasi untuk membeli produk-produk [lokal],” kata Sekretaris Jenderal Gapki Kanya Lakshmi Sidarta kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Berdasarkan catatan Gapki, volume ekspor CPO pada Januari-Agustus 2020 merosot 11% secara tahunan menjadi 21,3 juta ton.

Penurunan tersebut didorong oleh lesunya permintaan produk olahan CPO mencapai 16,1% menjadi 12,8 juta ton.

Kanya menyatakan secara singkat pihaknya mendorong usaha hilirisasi industri CPO. Namun demikian, lanjutnya, Gapki meminta agar pemerintah mengkaji nilai bea keluar ekspor CPO dan olahan CPO agar nilai bea keluar yang ditetapkan lebih sesuai.

Selain itu, Kanya menyarankan agar pemerintah mengkaji ulang pengelolaan dana pungutan ekspor CPO. Seperti diketahui, dana pungutan ekspor

CPO sebagian besar digunakan untuk menyubsidi selisih antara solar dan biosolar dalam mendukung industri fatty acid methyl ether (FAME) nasional.

Di sisi lain, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) mendorong upaya hilirisasi CPO dengan peningkatan bea keluar. Pasalnya, asosiasi menilai penghiliran akan memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen CPO di pasar global.

“Saya yakin India akan menaikkan levy untuk produk hilir CPO Indonesia. Alhasil, Indonesia lebih bisa memasarkan produk jadi [CPO] di pasar ekspor. Yang akan terjadi, India akan menurunkan levy CPO dan industri hilir [CPO] Malaysia akan terblokir,” ujar Ketua Umum Gimni Sahat Sinaga kepada Bisnis.

Sahat menilai arah kebijakan pemerintah terkait hilirisasi industri CPO di dalam negeri akan meningkatkan investasi pada industri oleopangan nasional.

 

Sumber: Bisnis Indonesia

Harga Sawit Di Jambi Merangkak Naik, Rata-Rata CPO Rp. 9.242,17

 

BERITA BISNIS – Kabar baik bagi masyarakat Provinsi Jambi, khususnya para petani. Bagaimana tidak, harga sawit di Jambi pekan ini merangkak naik, meskipun tak begitu signifikan.

Pun demikian, harga sawit di Jambi yang merangkak naik ini, setidaknya dapat membuat para petani sawit di Provinsi Jambi bisa bernafas lega. Apalagi, ditengah situasi sulit saat ini.

Hal ini dilihat berdasarkan Penetapan Harga TBS  Provinsi Jambi, periode 06 hingg  12  November 2020 antara Dinas Perkebunan Provinsi Jambi dengan 9 Kabupaten Kota di Jambi, Kamis kemarin (05/11/2020).

Dari rapat tersebut, ditetapkan harga rata-rata CPO Rp. 9.242,17, Inti sawit Rp. 4.435,54, dan Indeks K  89,86 persen.

Kemudian, untuk harga TBS umur 10-20 tahun sebesar Rp. 2.026,28 Perkilogram, sehingga terjadi kenaikan harga sebesar Rp. 19,83 Perkilogram, dari periode yang lalu.

“Kenaikan harga rata-rata TBS menurut umur tanaman, sebesar Rp.18,06 perkilogram,” kata Kepala Bidang Standarisasi dan Pemasaran Hasil Perkebunan Disbun Provinsi, malalui PSPHP, Senin (09/11/2020).

Sementara itu, untuk sawit umur 9 tahun Rp 1.949,80/Kg, dan 10-20 tahun Rp 2.026,28/Kg.

Sedangkan, sawit umur 21-24 tahun Rp 1.962,83/Kg, dan sawit umur 25 tahun Rp 1.868,22/Kg. Dimana harga minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan Rp 9.242,17/Kg, dan harga Kernel Rp 4.435,54/Kg dengan indeks K 89,86%.

Berikut harga sawit Jambi berdasarkan hasil rapat penetapan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, dan pihak terkait di Kabupaten Kota.

Pertam, sawit umur 3 tahun Rp 1.598,76/Kg.
Kedua, sawit umur 4 tahun Rp 1.690,67/Kg
Ketiga, sawit umur 5 tahun Rp 1.769,73/Kg
Keempat, sawit umur 6 tahun Rp 1.844,64/Kg
Kelima, sawit umur 7 tahun Rp 1.891,38/Kg
Keenam, sawit umur 8 tahun Rp 1.930,15/Kg.

Sumber; Dinamikajambi.com