Palm Oil Today

India Buka Batasan Produksi Bioetanol 2025: Lonjakan Pasokan Tebu dan Dampaknya pada Sawit Indonesia

03 Sep 2025

India Buka Batasan Produksi Bioetanol 2025: Lonjakan Pasokan Tebu dan Dampaknya pada Sawit Indonesia

Jakarta, GIMNI.ORG – India, produsen gula terbesar kedua di dunia, resmi menghapus batasan produksi bioetanol dari sari tebu, sirup, dan molase untuk tahun pemasaran 2025/2026, dimulai 1 November. Kebijakan ini didukung oleh peningkatan pasokan tebu akibat curah hujan monsun yang melimpah selama dua tahun berturut-turut, mendorong perluasan lahan tanam.

Kementerian Urusan Konsumen, Pangan, dan Distribusi Publik India menyatakan, pabrik gula dan penyulingan kini bebas memproduksi etanol tanpa kuota. Pemerintah akan memantau pengalihan gula ke etanol untuk menjaga ketersediaan pemanis dalam negeri.

Seorang pengusaha gula dari Maharashtra menilai kebijakan ini positif, namun menyarankan kenaikan harga pengadaan etanol agar petani tebu mendapat bayaran sesuai harga resmi. Perusahaan seperti EID-Parry, Balrampur Chini Mills, dan Shree Renuka telah meningkatkan kapasitas produksi etanol.

India, importir minyak terbesar ketiga, menargetkan pencampuran etanol dalam bensin hingga 20% pada 2025/2026, mendukung transisi energi hijau.

Dampak pada Komoditas Sawit Indonesia

Kebijakan India ini dapat memengaruhi pasar sawit Indonesia, khususnya biodiesel berbasis kelapa sawit. Dengan meningkatnya produksi bioetanol tebu, India mungkin mengurangi ketergantungan pada impor biodiesel, termasuk dari Indonesia, yang merupakan pemasok utama. Hal ini berpotensi menekan harga sawit di pasar global jika permintaan dari India menurun. Namun, peluang tetap ter ada bagi Indonesia untuk mempromosikan biodiesel sawit berkelanjutan yang memenuhi standar global, seperti yang diatur dalam European Union Deforestation Regulation (EUDR), guna mempertahankan daya saing di pasar internasional.

Sumber