Menakar Manfaat Kelapa Sawit Dibanding Minyak Nabati Lain

 

 

Menakar Manfaat Kelapa Sawit Dibanding Minyak Nabati Lain

InfoSAWIT, JAKARTA – Hukum Kekekalan Energi dalam Hukum I Teoridinamika diciptakan oleh James P. Joule yang berbunyi bahwa energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tetapi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan. Jadi, menurut hukum tersebut energi di alam jumlahnya tetap, tidak bertambah dan tidak dapat dimusnahkan.

Energi berubah bentuk ke bentuk yang lain misalnya energi listrik menjadi energi suara seperti radio, energi kimia menjadi energi listrik seperti aki, baterai dan lainnya. Sumber energi pastinya diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, dan sumber energi utama di bumi adalah energi dari matahari.

 

Sebagai warga negara Indonesia sangat beruntung karena Indonesia berada di tengah garis khatulistiwa dimana matahari akan bersinar selama 15 jam setiap harinya. Energi surya merupakan energi yang berupa sinar panas dari matahari, dan memerlukan alat untuk menangkap atau “memanen” energi tersebut.

Alat memanen energi surya terdapat di sekitar kita, yaitu tumbuhan hijau yang salah satunya bernama kelapa sawit. Tanaman kelapa sawit memiliki alat yang sangat mampu menangkap energi surya, yakni dikenal sebagai klorofil daun. Sel klorofil faun menangkap energi surya lalu disimpan dan dirubah menjadi energi kimia dalam bentuk biomass atau minyak sawit.

Bila dibandingkan, kemampuan energi surya yang di panen oleh hutan dan kelapa sawit menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit secara relative lebih unggul pada indikator efisiensi, konversi energi radiasi, produktivitas bahan kering dan incremental biomass. Efektifitas pemanenan energi surya antara perkebunan kelapa sawit dan hutan tropis dapat dilihat dalam tabel berikut.

Pemanenan energi surya, menghasilkan energi yang lebih efisien, menyerap karbon dioksida lebih banyak, menghasilkan oksigen lebih besar maka dapat dilihat bahwa perkebunan kelapa sawit lebih unggul daripada hutan. Namun, untuk penyimpanan energi (biomass) atau karbon stok yang lebih tinggi dan pelestarian biodiversity maka hutan lebih unggul dari kelapa sawit.

Diantara jenis tanaman minyak nabati yang ada di dunia, kelapa sawit merupakan yang paling produktif dimana 1 hektar kebun sawit mampu menangkap energi surya dalam minyak sawit sekitar 5 ton minyak. Sedangkan, kebun kacang kedelai hanya sekitar 0,5 ton per hektar dan kebun taman bunga matahari hanya 0,52 ton minyak per hektarnya.

Di dunia terhampar “alat” penangkap energi matahari, sekitar 120 juta hektar kebun kedelai, namun kebun sawit dunia saat ini baru mencapai 20 juta hektar dan 14,8 juta hektar berada di Indonesia, angka tahun 2018 lalu. Walaupun jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan kedelai, kelapa sawit tetap paling efektif karena mampu memanen sekitar 60 juta ton minyak sementara kebun kedelai yang luasnya 6 kali lipat hanya mampu memanen 45 juta ton.

Selain itu, proses fotosintesis dapat dilakukan oleh tanaman kelapa sawit lebih banyak jika kita memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pertumbuhan kelapa sawit, yaitu dengan memperlebar permukaan daun maka akan lebih banyak pula fotosintesis yang terjadi.

Oleh karena itu, perkebunan kelapa sawit tak hanya membantu manusia karena tanaman ini mampu memproduksi oksigen melalui fotosintesis, menyerap karbon dioksida, juga menyerap energi surya tertinggi dalam ekosistem di dunia.

Sumber: Infosawit.com