Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) berencana menyesuaikan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan sederhana merek pemerintah, Minyakita. Alasannya, HET itu sudah 1,5 tahun tak berubah sehingga perlu dievaluasi.

Minyakita adalah minyak goreng kemasan sederhana yang mereknya merupakan hak pemerintah. Minyakita diharapkan bisa jadi alternatif bagi konsumen. Dan, bisa menggeser konsumsi minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan.

Saat ini, HET Minyakita yang berlaku adalah Rp 14.000 per liter, dan atau Rp 15.500 per kilogram (kg).

Lalu tepat kah rencana Mendag Zulhas tersebut?

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNl) Sahat Sinaga justru keheranan jika ada rencana menaikkan HET Minyakita.

“Tidak ada alasan harga minyak goreng naik. Saat ini tidak ada kenaikan biaya apa pun dalam produksi minyak goreng,” kata Sahat saat ditemui usai acara ‘Refleksi Industri Sawit 2023 dan Tantangan Masa Depan’ yang digelar Rumah Sawit Indonesia di Jakarta, Rabu (10/1/2024).

“Menurut produsen, harga basis CPO-nya masih di situ-situ saja, masih Rp11.200. Nah kalau sampai sudah di trader, produsen tidak tahu-menahu trading karena (bisa) melanggar UU Monopoli,” tambahnya.

Karena itu lah, ujar Sahat, pemerintah sebaiknya menangani langsung distribusi Minyakita melalui BUMN pangan, yaitu Perum Bulog dan ID Food.

“Sehingga akan terkontrol. Tidak dimainkan di lapangan,” katanya.

Saat ditanya setuju atau tidak HET Minyakita dinaikkan, Sahat menjawab itu adalah keputusan pemerintah.

“Jangan tanyakan ke kita. Tapi biaya produksi tidak naik, nggak ada alasan harga naik. Mungkin ekonomi kita sudah baik maka mau dinaikkan harganya,” tukas Sahat.

Berfluktuasi

Sementara itu, harga minyak goreng saat ini terpantau berfluktuasi.

Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, harga minyak goreng Minyakita mengalami kenaikan dibandingkan setahun lalu. Begitu juga dengan harga minyak goreng curah. Sementara minyak goreng kemasan premium mengalami penurunan.

Berikut datanya, harga pada 10 Januari 2024 dibandingkan dengan 10 Januari 2023:

– minyak goreng kemasan premium turun 0,96% dari Rp20.900 jadi Rp20.700 per liter

– minyak goreng curah naik 2,11% dari Rp14.200 jadi Rp14.500 per liter

– minyak goreng Minyakita naik 7,09% dari Rp14.100 jadi Rp15.100 per liter.

Namun, harga saat ini sudah jauh lebih rendah jika dibandingkan harga pada 10 Juni 2022. Atau sebulan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) merelaksasi pembatasan ekspor minyak goreng dan CPO menyusul lonjakan harga minyak goreng hingga cetak rekor hampir ke Rp30.000 per liter pada bulan Maret 2022 lampau.

Berikut datanya:

– minyak goreng kemasan premium turun 19,46% dari Rp25.700 jadi Rp20.700 per liter
– minyak goreng curah turun 11,59% dari Rp16.400 jadi Rp14.500 per liter
– minyak goreng Minyakita turun 7.36% dari Rp16.300 jadi Rp15.100 per liter.

sumber: https://www.cnbcindonesia.com/news/20240110160641-4-504510/mengejutkan-ini-respons-pengusaha-soal-rencana-kenaikan-het-minyakita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *