Bioetanol

Pemerintah Indonesia akan memperketat impor etanol untuk mendukung petani tebu dan menstabilkan harga molase. Kebijakan ini juga berdampak signifikan pada industri minyak sawit, terutama dalam pasokan dan permintaan biodiesel.

Latar Belakang Kebijakan

Harga molase, bahan baku utama etanol, anjlok 60% tahun ini. Menke­tan Amran Sulaiman menyatakan bahwa pembatasan impor etanol akan membantu menyerap molase lokal dan menjaga kesejahteraan petani tebu. Pada 2024, kapasitas produksi bioetanol mencapai 303.325 kiloliter, namun realisasi hanya 160.946 kl dengan impor 11.829 kl dan permintaan domestik 125.937 kl.

Manfaat untuk Petani Tebu

  1. Penyerap Molase Lokal
    Dengan impor dibatasi, kilang etanol akan lebih banyak membeli molase petani dalam negeri.

  2. Stabilitas Harga Molase
    Permintaan molase meningkat akan menahan penurunan harga di tingkat petani.

  3. Dukungan Ekonomi Lokal
    Petani tebu mendapat kepastian pasar dan pendapatan yang lebih baik.

Dampak pada Industri Minyak Sawit

1. Kenaikan Permintaan Biodiesel

Untuk memenuhi target bauran energi hijau, pemerintah kemungkinan akan memperkuat mandat biodiesel (B-35 atau B-40). Hal ini meningkatkan kebutuhan CPO (crude palm oil) sebagai bahan baku biodiesel.

2. Subsidi Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)

Selisih harga antara biodiesel dan solar fosil ditanggung oleh BPDPKS. Permintaan biodiesel yang melonjak memperbesar anggaran subsidi, mendukung stabilitas harga TBS (tandan buah segar).

3. Stabilitas Harga CPO

Penyerapan CPO untuk biodiesel membantu menjaga harga di tingkat petani sawit. Ini mendorong pertumbuhan produksi dan investasi pada perkebunan.

4. Investasi Infrastruktur Biodiesel

Kenaikan permintaan mendorong pembangunan kilang biodiesel baru dan fasilitas penyimpanan CPO, memperkuat rantai pasok dalam negeri.

5. Tantangan Keberlanjutan

Industri sawit harus menjaga standar ISPO dan RSPO agar biodiesel mereka tetap diakui di pasar global, terutama di tengah regulasi deforestasi internasional.

Peluang dan Tantangan

  • Peluang:

    • Peningkatan kapasitas pabrik biodiesel.

    • Diversifikasi produk turunan sawit.

  • Tantangan:

    • Menjaga ketersediaan bahan baku lokal.

    • Memenuhi standar keberlanjutan untuk ekspor biodiesel.

Kesimpulan

Pembatasan impor etanol tidak hanya mendukung petani tebu, tetapi juga menggeser fokus ke biodiesel berbasis minyak sawit. Industri sawit akan menikmati kenaikan permintaan dan stabilitas harga, sekaligus menghadapi tantangan sertifikasi dan keberlanjutan. Kebijakan ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi dan perekonomian pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *