Produksi CPO Kalbar 6 Juta Ton

Produk Hilir Sawit Meningkat. Pekerja mengumpulkan buah sawit di perkebunan kelapa sawit milik PTPN VIII di Cimulang, Kabupaten Bogor, Rabu (6/1/2021). Sejak beberapa tahun terakhir ekspor produk hilir sawit Indonesia sudah jauh lebih besar daripada produk hulu. Pada 2006 ekspor hulu masih 60% hingga 70% namun sekarang berbalik untuk produk hilir 60%-70% dan produk hulu hanya 30% sampai 40%. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

PONTIANAK-Gabungan Pengusaha kelapa sawit Indonesia Kalimantan Barat (Gapki Kalbar) optimistis produksi dan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Kalbar tahun ini tetap baik. Dari sisi kinerja produksi CPO tetap baik karena diproyeksikan sama dengan 2020 yaitu lebih kurang 6 juta ton, terdiri atas 5 juta ton CPO dan 1 juta ton inti sawit (palm kernel/PK). Sementara dari sisi harga CPO, pergerakannya cenderung semakin membaik sejak 2019 dan diperkirakan masih tetap bergerak naik setidaknya sampai semester I- 2021.

Ketua Gapki Kalbar Purwati Munawir di Pontianak, Senin (25/1), mengatakan, strategi pasar masih harus dikawal terutama terkait dengan efisiensi tata kelola sawit di lapangan. Demikian pula serapan pasar global terutama ke negara Tiongkok, India diperkirakan masih tetap baik hal ini dipengaruhi oleh daya saing CPO yang cukup kuat terhadap minyak nabati lain (kedelai, jagung) karena produksi yang cenderung terbatas. “Jika mengulas sifat iklim tahun 2019-2020 yang cukup kondusif bagi sektor perkebunan sawit, kami optimistis produksi
dan harga CPO pada tahun 2021 ini akan tetap baik,” ujar dia seperti dilansir Antara.

Dengan perkiraan tersebut dan dengan kondisi harga yang baik akan dapat berpengaruh positif bagi sisi penerimaan petani sawit di Kalbar. “Penerimaan petani sawit dapat dilihat dari nilai tukar petani atau NTP terutama di sektor perkebunan. Nah dari histori yang ada selalu tinggi atau di atas 100 poin. Dengan potret yang ada diharapkan dari sisi pengeluaran dapat terkelola dengan baik dan petani lebih sejahtera,” kata dia.

 

 

Sumber: Investor Daily Indonesia