,

Produsen Klaim Sudah Sebar 4,4 Juta Liter Minyak Goreng Murah Harga Rp 14 Ribu

 

Harga minyak goreng yang melejit hingga tembus Rp 20 ribu per liternya akhir-akhir ini membuat ibu-ibu rumah tangga teriak. Untuk menekan harga, Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga, mengatakan sudah menyebar banyak minyak goreng seharga Rp 14.0oo per liter ke pasar.

Sahat menjelaskan, dari 11 juta liter minyak goreng murah yang diminta Kementerian Perdagangan untuk dijual seharga Rp 14.000 per liter. Kata dia, GIMNI mendapatkan kuota 5,5 juta liter dan sisanya 50 persen lagi disalurkan oleh Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI).
Untuk GIMNI, kata dia, sudah 80 persen minyak goreng yang sudah disalurkan. Jumlah ini setara 4,4 juta liter.
“Jadi GIMNI itu hanya 5,5 juta liter, itu sekarang saya kira sudah mencapai 80 persen (penyalurannya). AIMMI saya tidak tahu berapa. itu Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang tahu persis,” ujar Sahat kepada kumparan, Rabu (29/12).
Selain itu, kata Sahat, ada juga anggota non asosiasi yang sudah memasarkan ratusan ribu minyak goreng murah tersebut, sesuai informasi dari Kemendag. Namun, dia tidak tahu persis berapa liter yang sudah disalurkan mereka.

Penyaluran Minyak Goreng Murah Tidak Bisa 100 Persen

Kendati demikian, Sahat menuturkan penyalurannya dipastikan tidak akan 100 persen tuntas. Hal tersebut karena target penyaluran hanya sampai 31 Desember 2021, yaitu hanya terpaut dua hari lagi dari sekarang.
“Saya kira mungkin tidak akan tuntas semua selesai, karena ini sudah tanggal 29, sedangkan janjinya sampai tanggal 31 Desember aja, tinggal beberapa hari ini. Memang targetnya itu sampai di Desember saja, untuk Januari Februari tahun depan belum dibicarakan bagaimana mekanismenya,” jelas Sahat.
Produsen Klaim Sudah Sebar 4,4 Juta Liter Minyak Goreng Murah Harga Rp 14 Ribu  (1)

searchPerbesar
Minyak goreng yang dijual di salah satu swalayan di Kartasura, Sukoharjo. Foto: Moh Fajri/kumparan
Dia melanjutkan, belum ada regulasi yang bisa memastikan dan mengatur penyaluran minyak goreng seharga Rp 14.000 melalui Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) di tahun depan. Namun, sisa minyak goreng yang tidak tersalurkan masih bisa dijual oleh produsen.
“Tidak ada regulasi untuk menyalurkan itu, tapi produsen yang menghasilkan minyak goreng kemasan sederhana tentunya mereka yang memasarkan, tapi ada di harga berapa, tentunya harga pasar kecuali kalau ada regulasi baru,” lanjut Sahat.
Selain itu, Sahat juga mengatakan Aprindo bisa saja masih menjual minyak goreng kemasan murah tersebut sampai Januari 2022 mendatang, karena stok yang ada bisa jadi belum habis sampai tahun depan.
“Dari industri kan hanya memasok ke Aprindo, bahwasanya itu berkelanjutan diambil oleh buyer (pembeli) atau konsumer ya bisa aja. Kan begitu supply tidak langsung laku, harus ngendon dulu di tempatnya Aprindo,” tutur dia.
Sumber: Kumparan.com