
Implementasi mandatori biodiesel B50 dinilai terburu-buru tanpa evaluasi jangka panjang yang memadai. Sejumlah pakar dan pelaku industri mengingatkan risiko performa mesin, biaya perawatan, dan kepercayaan publik jika standar distribusi belum siap.
1. Latar Belakang Program B50
Program B50 adalah kebijakan campuran bahan bakar diesel dengan 50% biodiesel (FAME). Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan peluncuran B50 pada 2026. Namun sebelum itu, dilakukan uji coba atau road test mandatori selama 6–8 bulan yang belum rampung hingga Agustus 2025.
2. Keraguan Pakar Teknik
Akhmad, seorang pakar mesin, menyoroti beberapa kekhawatiran:
-
Deposit Berlebih: B50 berpotensi meninggalkan endapan (deposit) pada injektor, filter, dan ruang bakar, menurunkan performa mesin dan meningkatkan frekuensi perawatan.
-
Pengujian Terburu-buru: Road test yang dipercepat tidak memberi cukup waktu untuk melihat efek jangka panjang, terutama pada kendaraan berat seperti truk dan bus.
3. Tantangan Infrastruktur Distribusi
Biodiesel bersifat higroskopis (mudah menyerap air) dan rentan teroksidasi. Jika tangki penyimpanan dan jalur distribusi belum standar, risiko munculnya mikroba, sludge, atau degradasi bahan bakar meningkat. Di wilayah dingin, B50 juga bisa mengalami masalah cold flow (mengental atau membeku), mengganggu pasokan mesin.
4. Risiko Kepercayaan Publik
Jika implementasi B50 menimbulkan gangguan mesin atau distribusi bahan bakar, kepercayaan masyarakat terhadap program biodiesel bisa menurun. Padahal, keberhasilan jangka panjang bergantung pada keyakinan publik bahwa kebijakan ini aman dan menguntungkan.
5. Peluang Penundaan ke B45
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut opsi menunda B50 dan menggantinya sementara dengan B45. Keputusan akhir akan bergantung pada hasil road test B50. Saat ini, uji coba telah memasuki tahap ketiga, namun belum ada kepastian waktu selesainya.
6. Kajian dan Tahap Selanjutnya
ESDM, melalui Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi, mengaku belum pernah menguji B45. Pemerintah tengah menggandeng universitas dan pakar untuk mengevaluasi parameter B45, termasuk biaya bahan baku, insentif, dan bea keluar. Hasil kajian ini akan menentukan langkah lanjutan.
7. Dampak pada Industri
Mandatori B40 sebelumnya telah memicu keluhan di sektor pertambangan dan alat berat karena kenaikan ongkos produksi dan pembatalan garansi kendaraan jika campuran FAME lebih dari 10%. Jika B50 diterapkan terburu-buru, efek serupa atau lebih parah bisa terjadi.