,

Zulhas Sebut Kemasan Baru Makan Biaya Rp 500 Rupiah, GIMNI: Nggak Dapat itu, Mungkin Rp 1.500

 

SINERGIANEWS.com – Berdasarkan sidak dua hari untuk melihat kondisi pasar secara langsung, Zulkifli Hasan selaku Menteri Perdagangan memiliki rencana terkait dengan isu minyak goreng yang belum juga kunjung selesai.

Rencana tersebut adalah Zulkifli ingin mengganti kemasan dari minyak goreng curah yang ia rasa sangat rawan bocor atau bahkan tidak sehat tersebut. ia mengatakan akan ada biaya tambahan untuk ini namun dirinya tidak ingin membebankan para pedagang.

“Cuma ongkosnya itu Rp500, tapi masak kami mengurangi keuntungan pedagang kecil. Ini yang harus dirumuskan bagaimana ini, dari mana dananya, nanti kami pikirin, kami mau rapat dulu.”kata Zulkifli.

Sahat Sinaga selaku Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) mengaku sedikit terkejut dengan besaran harga yang disebutkan oleh Zulkifli, menurutnya angka tersebut terlalu kecil.

“Dari mana dia dapat Rp 500? Nggak dapat, itu mah kertas karet mungkin salah ucap. Mungkin Rp 1.500 iya,” kata Sahat.

Namun Sahat mengatakan pihaknya akan mendukung kebijakan dari pemerintah selama kebijakan tersebut dilakukan secara konsisten.

Inkonsistensi dari pemerintah acapkali membuat para pedagang dan pengusaha mengalami kerugian karena kebijakan yang terus berganti padahal mereka telah menginvestasikan modal mereka.

Rencana ini pun sempat disanggah oleh para pedagang, salah satunya ada Edi. Ia merasa ada masalah yang lebih penting untuk diperhatikan daripada sebuah bungkus dari minyak goreng curah contohnya harga dari minyak goreng curah itu sendiri .

“Mending harganya dulu dijelasin. Nanti yang bayar (kemasan) siapa?” papar salah satu pedagang yang bernama Edi dilansir dari Detik.com pada 19 Juni 2022.

 

Sumber: Sinerginews.com