Memanfaatkan Pengakuan UE Terhadap ISPO

 

Program Indonesian Sustainable palm oil(ISPO) mendapat sambutan hangat dari negara-negara anggota Uni Eropa (UE) yang selama ini getol menyerang produk kelapa sawit Indonesia.

Diberitakan bahwa sembilan negara anggota Uni Eropa (UE) yakni Belgia, Spanyol, Filandia, Irlandia, Swedia, Hongaria, Belanda dan Inggeris serta Perwakilan Food and Agriculture Organization (FAO) telah berkunjung ke perkebunan sawit anggota ISPO di provinsi Riau beberapa hari lalu.

Kunjungan itu merupakan kegiatan yang diinisiasi Ditjen Amerika dan Eropa (Amerop) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk memberikan pemahaman dan bukti nyata penerapan Indonesian Sustainable palm oil (ISPO) sebagai komitmen Indonesia menerapkan skema keberlanjutan.

Dalam dialog dengan para petani, UE mulai memahami bahwa ISPO merupakan bagian penting dari komitmen Indonesia yang mampu meningkatkan produksi TBS hingga 50%, memperbaiki kualitas serta mendorong kenaikan harga jual. Mereka sangat mengapresiasi hal tersebut.

UE memuji para petani anggota ISPO yang punya pengetahuan teknis yang baik terkait pengelolaan sawit yang produktif dan berkelanjutan. Bahkan UE mendorong agar petani lebih banyak dilibatkan dalam skema ISPO.

Kondisi seperti ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah dan swasta guna mengatasi kampanye negatif yang masih terus menghajar produk kelapa sawit di pasar internasional.

Pemerintah harus menjadikan pengakuan UE terhadap ISPO ini sebagai bahan kampanye untuk melawan pihak-pihak yang masih getol menyerang produk kelapa sawit.

Jelaskan kepada dunia internasional kalau produk kelapa sawit tidaklah seburuk yang dikira sebagian orang yang termakan kampanye negatif. Pengakuan UE terhadap ISPO sebagai bukti kalau produk kelapa sawit ramah lingkungan dan tidak menimbulkan dampak negatif.

 

Sumber: Tabloid Agro Indonesia