Mengenal Minyak Sawit Bagi Kesehatan

Minyak kelapa sawit atau yang sering disebut minyak sawit adalah minyak nabati edibel yang berasal dari mesocarp buah pohon kelapa sawit. Industri kelapa sawit di Indonesia memiliki peran penting dalam perekonomian negara ini. Karena mudah untuk diproduksi, dapat diolah menjadi makanan, produk kebersihan, kosmetik, sumber biodiesel minyak sawit memiliki banyak peminatnya. Untuk harganya pun minyak sawit memiliki harga jual yang cukup menarik dan menguntungkan bagi pengusaha. Karena itu, banyak  pengusaha yang tertarik dengan perkebunan kelapa sawit.

Umumnya, kelapa sawit membutuhkan suhu yang hangat, sinar matahari, dan curah hujan yang tinggi agar produksinya maksimal. Maka dari itu, kelapa sawit banyak diproduksi di Asia, Afrika, dan juga Amerika Selatan. Di Indonesia sendiri kelapa sawit yang produktif atau disebut TM (Tanaman Menghasilkan), banyak tumbuh di daerah Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan sebagian sulawesi.

Sebagai tanaman yang menjanjikan di Indonesia, minyak sawit memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita. Untuk satu sendok minyak sawit mengandung 120 kalori, 13,6 gram lemak. 2,17 mg vitamin E, dan 1,1 mcg vitamin K. Setengah dari kandungannya berisi lemak jenuh, 40% nya lemak tak jenuh tunggal, dan sisanya berisi lemak tak jenuh ganda. Vitamin E dalam minyak sawit berisi dengan delapan antioksidan yang dapat melindungi kulit, dengan menghambat radikal bebas perusak kulit. Vitamin K di dalam minyak sawit berfungsi untuk membantu menutup luka dari dalam dan menjaga aliran darah dalam tubuh kita.

Asam lemak omega-3 dalam minyak sawit berfungsi untuk mengurangi resiko kanker, radang sendi, dan jantung. Omega-3 sangat terkonsentrasi dalam otak, yang mana dapat membantu fungsi ingatan, kognitif, dan perilaku sehingga menjaga fungsi otak secara maksimal.  Lemak tak jenuh tunggal dalam minyak sawit dapat menurunkan kolestrol. Namun, lemak jenuh dan lemak tak jenuh tunggal memiliki kalori yang tinggi. American Palm Oil Council mengatakan bahwa warna kuning pada minyak sawit yang disebut karotenoid mengandung beta-karoten (turunan vit. A) sebagai antioksidan. Beta-karoten berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari penyakit yang disebabkan oleh kerusakan sel.

Namun, dari banyaknya dampak positif yang ada pada minyak sawit, terdapat pula efek samping dari penggunaan minyak sawit. Banyaknya lemak jenuh dan kalori yang tersimpan dalam minyak sawit sangat berisiko bagi kesehatan tubuh kita. Jika dikonsumsi terus-menerus, minyak sawit dapat menyebabkan kenaikan berat badan, masalah jantung, dan penyakit lainnya karena tingginya lemak yang terkandung.

Lemak jenuh yang tinggi juga dapat menyebabkan kolestrol dan adanya plak pada arteri yang mana efek jangka panjangnya dapat memicu serangan jantung dan juga stroke. Jika kita mengkonsumsi minyak sawit secara berlebih, kadar kolestrol darah juga dapat meningkat dikarenakan asupan lemak yang meningkat.

 

Sumber: Infosawit.com