Pemerintah Perancis Tidak Setuju Gerakan Boikot Sawit

Pemerintah Perancis mendukung penggunaan minyak sawit di Uni Eropa. Itu sebabnya kampanye boikot sawit bukanlah solusi tepat, akan lebih baik mendukung pengembangan minyak sawit berkelanjutan.

Hal ini diungkapkan Menteri Muda pada Kementerian Eropa dan dan Luar Negeri Prancis Jean-Baptiste Lemoyne dalam temu media di Kedutaan Besar Perancis, Jakarta, Kamis (29 November 2018).

“Boikot sawit tidak tepat. Solusi yang dapat diambil dengan menjalankan perkebunan sawit yang berkelanjutan dan green certificate,” kata Lemoyne.

Lemoyne mengatak pemerintah Perancis sangat memahami bahwa minyak sawit sangatlah penting bagi Indonesia. Di saat yang sama pemerintah Prancis juga mendorong pengembangan sawit berkelanjutan dan melawan deforestasi.

Selain itu, Pemerintah Perancis mengapresiasi upaya pembenahan tata kelola sawit di Indonesia seperti moratorium dan sertifikasi. “Kami menghargai upaya tadi. Karena itu, boikot sawit tidak akan memberikan solusi. Jawaban tepat  dengan mengembangkan sustainability,” kata Lemoyne.

 

Lemoyne juga menyambut baik kebijakan mandatori biodiesel 20 persen (B20) sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan karena dihasilkan dengan campuran produk pertanian seperti minyak sawit.

Selain itu, Jean-Baptiste Lemoyne memuji ekonomi Indonesia yang ditunjang dengan kebijakan yang tepat, serta iklim yang semakin menarik untuk investasi.

“Saya terkesan dengan ekonomi Indonesia yang mampu bertahan menghadapi krisis. Stabilitas demokrasi juga terjaga dalam rangka menyambut investasi,” kata Lemoyne.

Di Indonesia, Menteri Muda pada Kementerian Eropa dan dan Luar Negeri Prancis Jean-Baptiste Lemoyne bersama Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto berkunjung ke pabrik pabrik karet sintetis PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) dengan nilai investasi 435 juta dolar AS.

Pabrik ini kerjasama antara Michelin dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk yang berlokasi di Cilegon, Jawa Barat. Kapasitas pabrik sebesar 120 ribu ton per tahun, produk PT SRI akan melengkapi seluruh bahan pembuatan ban di Tanah Air.

 

Sumber: Sawitindonesia.com