Petani Sawit Swadaya Bantu Dampak Pandemi Covid-19 di Kalteng

InfoSAWIT, PANGKALAN BUN – Mbah Sumadi, sepasang suami istri lanjut usia, harus menghidupi diri mereka sendiri di Desa Kadipi Atas, Pangkalan Lada, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Mereka bukanlah orang yang bersentuhan langsung dalam kegiatan praktik sawit sesuai Prinsip dan Kriteria Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Mereka juga bukanlah petani kelapa sawit swadaya yang memiliki lahan untuk bisa bergabung menjadi anggota asosiasi petani. Ladang mereka telah habis dijual guna mempertahankan hidup. Mbah Sumadi yakin bahwa siapapun itu, tentu belum pernah menginjakkan kaki di kampung atau di gubuk mereka tinggal, apalagi bertatap muka dengannya.

Namun insentif sertifikat minyak sawit berkelanjutan RSPO yang didapat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM), sebuah organisasi petani sawit swadaya di desanya, telah mampu menyentuh kehidupan mereka, untuk membantu dalam situasi pandemi covid-19 yang telah membatasi ruang gerak masyarakat dalam mencari nafkah.

APKSM nampaknya tidak hanya memikirkan kesejahteraan anggotanya saja, tetapi mereka yang bukan anggota pun disentuh untuk bisa terus hidup layak disaat wabah Covid-19 berlangsung. Dikatakan Grup Manajer Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri, YB. Zainanto Hari Widodo, pilihan untuk memberikan bantuan dalam kondisi ini tidak hanya untuk petani sawit secara langsung tetapi menjadi meluas dengan menyentuh lebih banyak orang.

Lebih lanjut kata YB. Zainanto Hari Widodo, tepatnya pada 27 April 2020 lalu, APKSM telah membagikan bantuan berasal dari penjualan sertifikat RSPO yang dibeli Unilever, ACT dan Felles Jopet Argan Rogalland.  Bantuan kebutuhan bahan pokok itu disalurkan kepada anggota APKSM, pengurus ICS dan warga kurang mampu di dua desa, yakni Desa Sungai Rangit Jaya dan Desa Kadipi Atas, Kecamatan Pangkalan Lada Kab Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah.

“Organisasi petani swadaya kami memang belum sebesar organisasi yang lain, hasil penjualan sertifikat RSPO pun masih relatif lebih kecil dari yang lain serta kami baru pertama kali memperolehnya, namun kami tetap bertekad memberi bantuan. Kami menyadari bahwa kerja keras dan melakukan kebaikan adalah tugas suci manusia, agar manusia bisa menjadi manusia bagi yang lain,” kata YB. Zainanto Hari Widodo kepada InfoSAWIT, belum lama ini. (T2)

 

Sumber: Infosawit.com