PPKS Ujicoba Ekstrak Larva BSF Sebagai Penangkal Covid-19

 

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Dalam rangka mendukung penanganan COVID-19, berbagai Lembaga riset dan perguruan tinggi dalam negeri melakukan  eksplorasi material asli Indonesia yang berpotensi sebagai penangkal penyakit ini. Salah satunya adalah Kerjasama Holding Perkebunan Nusantara dan PT Riset Perkebunan Nusantara melalui dukungan riset peneliti Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang didukung oleh PT Alternatif Protein Indonesia dan Pusat Inovasi Kelapa Sawit Sei Mangke PT Perkebunan Nusantara III.

Material yang digunakan dalam riset ini adalah ektrak larva lalat tentara atau Black Soldier Flies. Serangga dengan nama latin Hermetia illucens ini berasal dari Florida, sering ditemui mampu bertahan di lingkungan ekosistem kelelawar dan pada stadia larva memakan guano. DI Indonesia, serangga ini beradaptasi dengan lingkungan sekitar dalam mendapatkan makanannya, termasuk dari tandan kosong kelapa sawit yang ketersediannya melimpah di wilayah Sumatera Utara.

“Kami telah berhasil mengesktrak senyawa dari larva BSF dan mengujinya secara invitro sebagai salah satu produk imunomodulator potensial untuk upaya memerangi COVID-19” demikian disampaikan oleh Direktur PPKS, Dr. Edwin Syahputra Lubis pada Rabu, 6 Mei 2020 dalam keterangan tertulis.

Proses pengembangan material farmasi berbasis serangga ini dikenal sebagai yellow-biotechnology. Tim peneliti PPKS yang diwakili Dr. Frisda Panjaitan menjelaskan hasil riset menunjukkan senyawa ekstrak BSF ini cukup responsif meningkatkan kembali imunitas tikus albino yang sebelumnya sudah diturunkan imunitasnya. Penelitian ini menggunakan dua cara dalam menurunkan imunitas  yaitu secara spesifik menggunakan antigen dan non spesifik menggunakan black carbon.

Dalam penutupnya Dr. Edwin Syahputra Lubis berpesan,”Meskipun hasil ini cukup menggembirakan, namun perlu diingat ini masih langkah awal, uji lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui efektifitasnya apabila diujicoba pada manusiaKami berharap dukungan semua pihak untuk dapat melanjutkan penelitian ini ke tahapan-tahapan berikutnya.”

Sumber: Sawitindonesia.com