Pusat Penelitian Kelapa Sawit Hasilkan Sembilan Varietas Terbaik Kelapa Sawit dan Turunannya

Potensi tandan buah segar (TBS) sawit yang menghasilkan sembilan varietas telah ditemukan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Minggu (24/3/2019).

PPKS tersebut mampu menghasilkan 30 ton per hektare dalam kurun waktu pertahun dengan potensi CPO di atas 7,5 ton. PPKS yang menghasilkan sembilan varietas tersebut juga memiliki keunggulan masing-masing untuk setiap jenis bidang tanah di Indonesian.

Staf Pengembangan Usaha dan Promosi PPKS, Dona Simanjuntak mengatakan bahwa pihaknya sebagai produsen benih kelapa sawit yang sudah terlegitimasi telah mengeluarkan 9 jenis varietas kelapa sawit.

Kesembilan varietas tersebut, jelas dia, dikategorikan dalam empat grup, yakni Dumpy, SP540, Yangambi, dan Langkat. Varietas tertinggi adalah DxP Yangambi dengan potensi TBS yang dihasilkan mencapai 39 ton per hektare per tahun

“Varietas Yangambi, adalah varietas yang paling sering dipesan benihnya oleh perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah Kalbar. Selain itu, varietas DxP Avros juga menjadi salah satu benih yang paling banyak dipesan,” katanya.

Secara umum, jelas Dona, setiap varietas memiliki karakteristiknya masing-masing. Misalnya, varietas Dumpy yang cenderung lebih cocok ditanam di tanah gambut.

“Namun semua (varietas) bisa dipraktekkan baik di lahan gambut atau mineral. terpenting sebelum ditanam harus ada pengujian tanah, agar mendapatkan hasil yang maksimal,” tambahnya.

Selain menjadi produsen benih kelapa sawit yang resmi, lanjut dia, PPKS juga adalah institusi riset berbasis kelapa sawit. Lembaga ini mengeluarkan berbagai jenis produk turunan kelapa sawit, salah satunya produk kosmetik dan pupuk.

“Produk-produk kosmetik kami yang jelas tidak menggunakan bahan kimia berbahaya karena murni bahan-bahannya berasal dari turunan minyak kelapa sawit,” pungkas dia.

Sumber: Tribunpontianak.co.id