Uni Eropa Usulkan Batas Aman 3MCPD Minyak Sawit 2,5 Ppm

Isu kontaminan 3-monochlorpro-pandiol ester (3-MCPD Ester) dan glycidol esters (GE), ditengarai bakal mejadi kendala dalam perdagangan minyak sawit Indonesia ke Uni Eropa, khususnya untuk minyak makan.

Merujuk hasil penelitian di Uni Eropa mencatat minyak sawit mengandung 3-MCPD Ester dan GE yang tertinggi diantara minyak nabati lainnya, yakni masing-masing 3-7 ppm dan 3-11 ppm.

Senyawa 3-MCPD merupakan senyawa hasil hidrolisis 3-MCPD ester yang memiliki efek negatif terhadap kesehatan saat dilakukan pada hewan percobaan. Menurut International Agency for Research on Cancer (IARC), senyawa 3-MCPD kemungkinan juga dapat menyebabkan kanker bagi manusia.

Sebelumnya Uni Eropa telah menetapkan kebijakan 1 ppm untuk GE, saat ini pihak Uni Eropa sedang mengusulkan peraturan terkait level 2,5 ppm untuk 3-MCPD sebagai batas aman untuk minyak sawit.

Dengan adanya usulan tersebut tentu saja kedepan bakal menjadi kendala perdagangan minyak sawit untuk bahan pangan, lantas apakah minyak sawit akan mampu memenuhi standar yang ditetapkan Uni Eropa tersebut?

Dewan Negara-Negara Minyak Sawit (CPOPC) akan membahas mengenai isu tersebut dalam acara “Forum on 3-MCPD and GE” yang akan digelar pada tanggal 7 Februari 202o, berlokasi di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta.

Acara tersebut menjadi salah satu wadah untuk menemukan berbagai informasi dan pelajaran yang bisa dipetik terkait upaya pengurangan tingkat pembentukan 3-MCPD dan GE di seluruh rantai pasokan minyak sawit.

Peserta diharapkan akan memiliki kesempatan untuk mengidentifikasi teknologi yang paling efektif dan hemat biaya untuk lebih lanjut mengurangi level 3-MCPD dan GE dalam berbagai tahap produksi minyak kelapa sawit dari hulu, tengah dan hilir.

Forum ini juga akan disertai dengan pemaparan teknologi, regulasi serta hasil riset dan pengembangan 3-MCPD dan GE, disertai pertemuan bisnis yang cocok dengan penyedia teknologi sehingga peserta dapat terlibat secara langsung.

 

Sumber: Infosawit.com