Palm Oil Today

Dabeeo Perluas Implementasi AI untuk Perkebunan Sawit di Indonesia

25 Feb 2026

AI perkebunan sawit
AI perkebunan sawit menjadi teknologi baru yang sedang terus dikembangkan. Perusahaan teknologi kecerdasan buatan asal Korea Selatan, Dabeeo, semakin memperkuat ekspansinya di sektor agrikultur Asia Tenggara dengan menghadirkan solusi analitik spasial dan pemetaan berbasis AI untuk industri perkebunan kelapa sawit. Sejak memulai operasional di Indonesia pada Mei 2025, Dabeeo telah menjalin kemitraan dengan sejumlah pelaku besar di industri sawit, termasuk Salim Group, Tunas Sawa Erma Group, serta POSCO Group melalui anak usahanya PT Bio Inti Agrindo. Di kawasan regional, perusahaan juga menggandeng produsen sawit Malaysia, Sawit Kinabalu. Ekspansi terbaru ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis bersama Triputra Agro Persada untuk menerapkan sistem pemantauan perkebunan berbasis AI dalam skala luas. Melalui kolaborasi tersebut, Dabeeo akan mengimplementasikan teknologi vision AI yang mampu menganalisis citra satelit resolusi tinggi. Teknologi ini memungkinkan identifikasi pohon secara individual, pemantauan kesehatan tanaman, hingga deteksi perubahan kondisi kebun secara cepat dan akurat. Selain itu, sistem juga dilengkapi pemetaan tiga dimensi serta analisis kesesuaian lahan, sehingga perusahaan dapat memperoleh gambaran komprehensif terkait kondisi perkebunan dan potensi produktivitasnya. Seluruh hasil pemantauan disajikan melalui platform digital berbasis web dan aplikasi mobile. Integrasi ini memungkinkan pertukaran data secara real time antara tim lapangan dan manajemen, termasuk penggabungan data satelit dengan informasi operasional. Salah satu penerapan praktisnya adalah fitur penandaan otomatis titik Tandan Buah Segar (TBS) yang belum diangkut dari Tempat Pengumpulan Hasil (TPH). Sistem tersebut membantu perusahaan mengoptimalkan rute transportasi, pengaturan armada, serta mengantisipasi hambatan operasional seperti genangan air atau banjir. Wakil Presiden Dabeeo, Victor Choi, menyatakan kerja sama ini menjadi bukti bahwa teknologi perusahaan dapat langsung diterapkan pada pengelolaan operasional perkebunan. Ia menilai penerimaan industri terhadap solusi AI menunjukkan meningkatnya kebutuhan akan sistem pemantauan presisi dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sektor sawit. Ke depan, Dabeeo menargetkan perluasan kolaborasi dengan lebih banyak produsen kelapa sawit di Indonesia sekaligus memperluas penetrasi ke perusahaan agribisnis global sebagai bagian dari strategi ekspansi regional di Asia Tenggara. Didirikan pada 2012 di Korea Selatan, Dabeeo fokus mengembangkan teknologi vision AI untuk pemantauan presisi, mulai dari identifikasi pohon hingga integrasi data operasional lapangan secara real time melalui platform digital.