Memotong pelepah dan tandan buah segar sawit memerlukan gaya tarik, gerakan berulang, serta posisi tubuh yang berubah mengikuti tinggi pohon. Jika alat panen diberi motor, apakah beban pekerja otomatis berkurang? Sebuah percobaan biomekanika oleh Umesh Ganesh dan rekan-rekannya, terbit daring pada 2024 dan masuk Journal of Oil Palm Research edisi 2025, mengukur penggunaan gergaji rantai kecil di ujung galah. Sebuah tinjauan sistematis oleh ‘Umar Mohamad Noor dan Mohamad Ikhwan Zaini Ridzwan menempatkan percobaan semacam itu di tengah bukti gangguan otot dan rangka pada pekerjaan kebun sawit. Keduanya membantu memisahkan perubahan beban selama percobaan dari bukti keselamatan jangka panjang.
Beban kerja manual yang menjadi pembanding
Tinjauan sistematis tersebut menyaring 245 artikel dari empat basis data hingga tersisa 27 studi yang memenuhi kriteria, terbit sepanjang 2013–2023. Sebanyak 22 studi berasal dari Malaysia, dua dari Thailand, dua dari Kolombia, dan satu dari Indonesia. Cakupannya adalah pekerjaan perkebunan, termasuk panen tandan, pemangkasan pelepah, pemuatan, dan pengumpulan brondolan; bukan pekerjaan di pabrik pengolahan.
Pada pekerjaan manual, tubuh menghadapi tuntutan yang berbeda menurut tugas. Tinjauan itu merangkum penelitian pemanen dengan egrek atau dodos, termasuk penilaian postur, gaya potong, aktivitas otot, dan keluhan tubuh. Dalam satu studi yang dirangkum, rata-rata puncak gaya potong dengan sabit tradisional mencapai 1.601,23 ± 424,26 newton (N). Penelitian lain melaporkan keluhan punggung bawah, bahu, dan leher pada pekerja, tetapi angka prevalensinya berasal dari populasi dan metode masing-masing, bukan ukuran pasti untuk seluruh pemanen sawit atau untuk Indonesia.
Penulis tinjauan menekankan bahwa penilaian postur seperti Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA), sensor gerak inersial, elektromiografi (EMG), serta pemodelan otot-rangka menjawab pertanyaan yang berbeda. Kuesioner keluhan dapat menggambarkan gejala dalam periode tertentu. Skor postur menilai risiko pada gerak yang diamati. Sensor EMG merekam aktivitas listrik otot saat tugas dilakukan. Tidak satu pun ukuran tunggal itu dengan sendirinya membuktikan bahwa gangguan otot dan rangka akan berkurang setelah alat baru dipakai bertahun-tahun.
Apa yang benar-benar diuji pada gergaji bergalah?
Dalam percobaan Ganesh dan rekan-rekannya di kampus teknik Universiti Sains Malaysia, gergaji rantai elektrik kecil dipasang pada galah sepanjang sekitar 2,5 meter dengan bobot alat sekitar 7,5 kilogram. Pohon yang dipilih memiliki tinggi sekitar 2,5–3,0 meter. Pesertanya sepuluh mahasiswa laki-laki, bukan kelompok pemanen berpengalaman yang diikuti selama masa kerja. Mereka menjalankan lima pengulangan pemotongan pelepah per orang; dari 50 percobaan yang direncanakan, data sudut postur yang dapat dianalisis akhirnya berasal dari 19 percobaan oleh enam peserta karena gangguan koneksi ponsel ke server pengukur gerak.
Peneliti memasang load cell pada galah untuk merekam gaya tangan, elektroda EMG pada kelompok otot lengan, bahu, dan punggung untuk melihat aktivasi otot, serta dua ponsel dengan sistem OpenCap untuk menaksir sudut sendi. Data gaya dan postur kemudian digunakan dalam perangkat lunak untuk memperkirakan tekanan kompresi dan geser pada ruas punggung bawah L5–S1. Mereka juga menghitung skor REBA dan meminta peserta mengisi skor nyeri segera setelah tugas. Artinya, gaya tangan dan sinyal otot dicatat saat percobaan, sedangkan beban tulang belakang merupakan hasil pemodelan dan rasa nyeri merupakan laporan peserta.
Hasil lebih rendah, tetapi bukan percobaan keselamatan jangka panjang
Rata-rata puncak gaya tangan pada alat bermesin dilaporkan 677,57 ± 337,83 N. Penulis membandingkannya dengan 1.601,23 ± 424,26 N untuk sabit manual dari penelitian terdahulu, lalu menyatakan penurunan 57,67%. Ini pembandingan antarpengujian, bukan dua alat yang diuji berpasangan pada pekerja yang sama di bawah seluruh kondisi yang identik. Penulis sendiri menyebut kadar air dan umur pelepah serta sudut potong sebagai faktor yang dapat memengaruhi hasil.
Skor REBA rata-rata penggunaan gergaji adalah 8,11 ± 1,41, lebih rendah daripada 10,30 ± 1,16 yang dirujuk penulis dari studi alat tradisional. Meski lebih rendah, skor percobaan gergaji berkisar 6–10; angka itu tidak berarti posturnya bebas risiko. Perkiraan rata-rata gaya kompresi dan geser L5–S1 masing-masing 808,63 ± 63,84 N dan 528,16 ± 190,98 N. Penulis menyatakannya di bawah batas pembanding yang mereka gunakan dan lebih rendah daripada hasil studi sebelumnya. Ini adalah estimasi beban pada tugas yang diamati, bukan pengukuran kejadian cedera di masa depan.
Aktivasi otot yang dinormalisasi pada kelompok yang diperiksa dilaporkan lebih rendah dibanding hasil penelitian manual yang digunakan penulis sebagai rujukan. Skor nyeri segera setelah pemotongan pun lebih rendah pada perbandingan yang mereka sajikan. Namun, nyeri seusai tugas berbeda dari diagnosis gangguan otot-rangka akibat kerja, dan peserta mahasiswa tidak mewakili semua pemanen dengan jam kerja, pengalaman, dan kondisi kebun yang beragam. Percobaan ini tidak mengikuti angka sakit, cedera, atau ketidakhadiran pekerja dalam jangka panjang.
Mengukur alat, pekerja, dan tugas secara terpisah
Laporan percobaan menyebut pemotongan satu pelepah dengan prototipe berlangsung sekitar 25 detik dan memperkirakan kemampuan 20–30 tandan per jam. Penulis secara eksplisit mengatakan efektivitas sebenarnya di perkebunan masih perlu diuji. Mereka mengusulkan jumlah peserta lebih besar, perekrutan pemanen berpengalaman, dan pembandingan umpan balik, kinerja serta produktivitas dengan alat tradisional. Gangguan koneksi pengukuran postur dan kestabilan sinyal EMG juga menjadi hal yang perlu dibenahi.
Tinjauan sistematis memberikan konteks lain: studi yang disertakannya menggunakan desain percobaan, simulasi, potong lintang, pengamatan, dan survei yang beragam. Penulis menyebut prevalensi gangguan otot-rangka yang tinggi dalam pekerjaan kebun sawit, tetapi data prevalensi dalam tinjauan hanya memungkinkan penilaian untuk Malaysia dan Thailand. Dengan demikian, pengukuran gaya, postur, dan aktivasi otot pada satu prototipe adalah bukti tentang paparan biomekanika selama tugas tertentu. Untuk menilai apakah alat bermesin membuat pekerjaan lebih aman dari waktu ke waktu, hasil tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai bukti penurunan gangguan kesehatan pada populasi pekerja.
Bacaan teknologi dan pekerjaan industri lainnya tersedia di rubrik Wawasan GIMNI.
Sumber pantauan
- Umesh Ganesh dkk., “A Biomechanical Analysis on Workrelated Musculoskeletal Disorders Using a Mechanised Chainsaw for Oil Palm Harvesting,” Journal of Oil Palm Research, Vol. 37(4), 2025, hlm. 684–695 (terbit daring 19 September 2024): https://jopr.mpob.gov.my/a-biomechanical-analysis-on-workrelated-musculoskeletal-disorders-using-a-mechanised-chainsaw-for-oil-palm-harvesting/
- ‘Umar Mohamad Noor dan Mohamad Ikhwan Zaini Ridzwan, “Prevalence of Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs) and Recent Initiatives to Address Them in the Oil Palm Industry: A Systematic Review,” Journal of Oil Palm Research, Vol. 37(4), 2025, hlm. 581–597 (terbit daring 17 Oktober 2024): https://jopr.mpob.gov.my/files/2024/10/joprv37dec2025-umar.pdf