Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai peningkatan pendapatan dari sawit tidak bisa terus mengandalkan perluasan areal perkebunan. Dalam sambutannya pada kegiatan APKASINDO di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026, ia mendorong pengembangan industri pengolahan untuk menambah nilai dari hasil perkebunan. Warta Ekonomi melaporkan pernyataan itu sebagai arahan dan penilaian pejabat, bukan sebagai pengumuman bahwa luas kebun sudah berhenti bertambah atau bahwa fasilitas hilir baru telah selesai dibangun.
Rachmat mengatakan peningkatan produktivitas tidak cukup hanya dengan bibit unggul, pemupukan, dan peremajaan sawit rakyat. Menurutnya, kegiatan hilir perlu dikembangkan agar hasil perkebunan memberi peluang nilai ekonomi lebih besar. Ia menilai ketergantungan pada ekspansi dapat mendorong pembukaan di lahan yang tidak boleh digunakan. Penekanan ini merupakan argumentasinya mengenai arah pembangunan sawit; sumber tidak menyediakan perhitungan luas ekspansi terbaru atau besaran tambahan pendapatan dari setiap pilihan kebijakan.
Dalam contoh yang ia sampaikan, Rachmat menceritakan kunjungan ke United Plantations, perusahaan yang menurutnya memiliki areal kurang dari 40.000 hektare dan mampu mengembangkan kegiatan hilirisasi. Contoh tersebut digunakan untuk menjelaskan pandangannya bahwa pengembangan bisnis tidak selalu harus mengikuti penambahan luas kebun. Ukuran areal dan capaian hilirisasi dalam cerita itu adalah keterangan Rachmat yang dikutip Warta Ekonomi, bukan hasil pembandingan produktivitas lintas perusahaan dalam laporan tersebut.
Rachmat sekaligus mengingatkan bahwa industri hilir tidak berjalan terpisah dari persoalan hulu. Ia menyebut kepastian hak atas tanah bagi petani, perlindungan harga tandan buah segar, dan percepatan peremajaan sawit rakyat sebagai persoalan yang perlu dibenahi. Di sisi kebun, penggunaan bibit unggul dan pemupukan tetap masuk dalam pembahasannya. Ia juga meminta petani memperkuat organisasi dan kekompakan agar posisi tawar saat menjual hasil panen ke pabrik tidak melemah akibat persaingan harga antarsesama petani.
Salah satu jalur hilirisasi yang ia dorong adalah pembangunan pabrik kelapa sawit milik rakyat, dengan penguatan koperasi dan kemitraan usaha sebagai pendukung. Ini masih berupa dorongan, bukan daftar pabrik baru yang telah berproduksi. Rachmat juga mengingatkan pentingnya menjaga lahan dari kebakaran dan mengajak pemerintah, organisasi petani, serta pelaku usaha bekerja sama. Diskusi mengenai harga TBS dalam sambutan itu tidak menyajikan penetapan harga baru untuk wilayah atau periode tertentu; pergerakan komoditas dapat dipantau secara terpisah melalui data harga CPO GIMNI.
Sumber pantauan
- Warta Ekonomi, “Kepala Bappenas Sentil Ekspansi Sawit: Jangan Terus Perluas Lahan, Perkuat Hilirisasi”, 28 Oktober 2026.