Palm Oil Today

Bersiap Menuju PalmGHG V5: Data Apa yang Harus Dirapikan Pabrik Sawit?

08 Oct 2026

Tim operasional meninjau dasbor data lingkungan di fasilitas pengolahan kelapa sawit.

Jadwal yang perlu dicatat

RSPO menempatkan PalmGHG Calculator Manual dalam status pengembangan pada halaman implementasi Standar 2024. Dalam pembaruan itu, PalmGHG V5 disebut berkaitan dengan prisma, modul audit, sosialisasi, pelatihan, serta pembaruan manual dan kalkulator. Informasi jadwal yang dipakai untuk tulisan ini adalah jadwal implementasi yang menyatakan PalmGHG V5 direncanakan diluncurkan pada November 2026 di PRISMA, dengan masa transisi satu tahun hingga 31 Oktober 2027. Setelah 1 November 2027, V5 menjadi satu-satunya versi yang diterima untuk audit.

Tim operasional meninjau dasbor data lingkungan di fasilitas pengolahan kelapa sawit.

Catatan pentingnya: Manual PalmGHG V5 yang menjadi rujukan teknis masih berstatus Draft for Public Consultation Oktober 2025. Artinya, daftar input, metodologi, istilah, alur penggunaan di prisma, dan pilihan faktor emisi di dalamnya perlu dibaca sebagai rancangan yang dapat berubah sebelum versi final. Namun, draft tersebut sudah memberi gambaran cukup jelas tentang area data yang harus disiapkan oleh unit sertifikasi, pabrik, dan kebun pemasok.

Bukan sekadar pindah versi

Draft manual menjelaskan bahwa PalmGHG V5 disusun untuk kuantifikasi dan pelaporan tahunan emisi gas rumah kaca oleh pabrik dan pekebun bersertifikat RSPO. Manual itu menyebut penyelarasan dengan indikator 7.6.1(C) dan 7.6.2(C) dalam RSPO Principles and Criteria 2024. RSPO P&C 2024 sendiri, dalam dokumen konsolidasi yang diadopsi 13 November 2024, menempatkan prisma sebagai sistem informasi digital untuk sertifikasi, perdagangan, dan ketertelusuran. Dengan latar ini, kesiapan PalmGHG V5 bukan hanya soal mengisi angka, melainkan memastikan sumber data pabrik dan kebun bisa ditelusuri, konsisten, dan dapat dijelaskan saat audit.

Draft manual juga menegaskan ketergantungan hasil pada kualitas dan akurasi data pengguna. Input diminta mewakili data operasional aktual selama periode satu tahun. Karena itu, pekerjaan persiapan sebaiknya dimulai dari pembenahan data dasar sebelum tim masuk ke kalkulator. Pembahasan lain di rubrik Wawasan GIMNI juga menunjukkan bahwa transisi standar biasanya menuntut kedisiplinan dokumentasi, bukan hanya pemahaman istilah.

1. Tetapkan batas organisasi dan operasional

Hal pertama yang harus dirapikan adalah batas pelaporan. Draft PalmGHG V5 menyatakan pendekatan yang digunakan adalah operational control. Emisi dikategorikan menjadi Scope 1, Scope 2, dan Scope 3. Scope 1 mencakup emisi langsung dari kegiatan yang dimiliki atau dikendalikan organisasi. Scope 2 mencakup emisi tidak langsung dari energi yang dibeli. Scope 3 mencakup emisi tidak langsung lain di kegiatan hulu dan hilir yang terkait organisasi tetapi terjadi di luar kendali langsung pihak pelapor.

Bagi pabrik sawit, batas ini perlu diterjemahkan menjadi daftar unit yang jelas: pabrik yang dinilai, kebun sendiri, kebun grup, pemasok pihak ketiga, pemasok TBS, kendaraan yang dikendalikan, peralatan pabrik, konsumsi listrik, serta aliran biomassa atau listrik yang keluar dari sistem. Jika batas tidak disepakati sejak awal, data yang terkumpul mudah bercampur antara data milik pabrik, kebun inti, kebun grup, dan pemasok eksternal.

2. Rapikan data kebun, pabrik, dan pemasok TBS

Draft V5 membagi basis pasok menjadi kebun sendiri, kebun grup, dan kebun pihak ketiga. Data kebun yang memasok TBS ke pabrik perlu mencakup nama estate, hubungan atau asosiasi, perusahaan, induk perusahaan jika ada, status sertifikasi RSPO, produksi TBS, serta volume TBS yang dipasok ke pabrik. Untuk kebun yang juga memasok ke pabrik lain atau kolektor, draft manual meminta volume tersebut diungkap, karena alokasi emisi ke pabrik dinilai berdasarkan proporsi volume TBS.

Implikasinya, pabrik perlu merekonsiliasi data penerimaan TBS dengan data produksi kebun. Timbangan pabrik, laporan estate, kontrak pemasok, daftar petani atau koperasi, dan rekap bulanan harus mengarah ke angka yang sama atau memiliki penjelasan selisih. Rekonsiliasi antarunit ini sebaiknya dilakukan sebelum periode audit, bukan saat auditor meminta klarifikasi.

3. Perubahan penggunaan lahan dan data tanam

Komponen data tanam menjadi salah satu area yang perlu disiapkan serius. Draft manual menyebut Land Use Change mencakup emisi akibat konversi atau perubahan penggunaan lahan menjadi perkebunan kelapa sawit dalam 25 tahun terakhir, pada tanah mineral maupun gambut. Manual juga mengenalkan komponen Land Management untuk perubahan stok karbon akibat perubahan pengelolaan lahan menjadi sawit. Kategori tutupan lahan yang dicontohkan meliputi hutan primer, hutan sekunder tua, hutan sekunder muda, semak belukar, padang rumput, tanaman pohon, tanaman tahunan atau pangan, dan sawit.

Karena itu, data yang perlu dirapikan bukan hanya tahun tanam. Pabrik dan kebun perlu menyiapkan blok atau field ID, luas, jenis tanah, tutupan lahan sebelum penanaman, tahun pembukaan atau tanam, data replanting, peta, citra satelit, laporan LUCA bila ada, serta bukti sumber yang mendukung klasifikasi. Draft manual menyebut bahwa tambahan kategori tutupan lahan dapat diverifikasi dan divalidasi auditor, termasuk definisi dan sumbernya.

4. Pupuk, bahan bakar, listrik, dan transportasi

Untuk pupuk, draft PalmGHG V5 mencakup aplikasi pupuk, produksi pupuk yang dibeli, serta transportasi pupuk. Input yang perlu dirapikan meliputi jenis pupuk, formula atau akronim, nama umum, kandungan nitrogen, P2O5, K2O, MgO bila relevan, volume pemakaian, asal pupuk, dan jarak transportasi laut maupun darat jika tersedia. Jika asal atau jarak tidak diketahui, draft manual memberi nilai default; namun penggunaan default tetap harus dapat dijelaskan.

Untuk bahan bakar, manual membedakan konsumsi di kebun dan pabrik, termasuk pembakaran stasioner dan bergerak. Kebun perlu menyiapkan data pemakaian bensin, diesel, biodiesel, bioetanol, kendaraan jalan, kendaraan non-jalan, pompa, genset, traktor, dan mesin lain. Pabrik perlu menyiapkan konsumsi bahan bakar untuk boiler, genset, kendaraan internal, alat berat, serta biomassa seperti EFB, mesocarp fibre, dan palm kernel shell bila digunakan. Untuk listrik, data kWh dari jaringan harus dipisahkan antara operasi estate dan mill, termasuk listrik yang dibeli dan, bila ada, listrik berlebih yang diekspor ke perumahan atau jaringan.

Transportasi tidak boleh dibiarkan menjadi angka perkiraan tanpa jejak. Draft V5 memasukkan transportasi pupuk dan transportasi TBS dari pemasok pihak ketiga sebagai bagian cakupan tertentu. Karena itu, jarak, moda, asal-tujuan, volume muatan, pihak pengangkut, dan basis perhitungan harus terdokumentasi.

5. POME, limbah cair, dan metana

Area POME perlu mendapat perhatian khusus karena draft manual menempatkan POME sebagai komponen emisi pabrik. Jika data POME dan COD tidak tersedia, draft V5 menggunakan pendekatan berdasarkan total TBS olah, rasio default POME terhadap TBS, COD rata-rata, efisiensi penghilangan COD, methane correction factor, dan parameter lain. Jika data tersedia, perhitungan menggunakan data aktual volume POME dan COD yang direkam unit sertifikasi.

Data yang perlu disiapkan meliputi volume POME, COD, jenis sistem pengolahan limbah cair, jalur pembuangan atau pemanfaatan, fasilitas biogas, volume biogas, gas ke flare, gas ke mesin listrik atau boiler, serta bukti operasi penangkapan metana. Draft manual menyebut emisi dari limbah cair dan emisi dari pembakaran biogas sebagai bagian pelaporan pada skenario data tersedia. Ini berarti catatan laboratorium, log flow meter, catatan operasional WWTP, log flare, dan data pembangkit biogas perlu disimpan dalam satu jejak bukti yang rapi.

6. Alokasi produk dan faktor emisi

Draft V5 menyatakan hasil dapat dinyatakan dalam tCO2e, tCO2e per hektare, tCO2e per ton TBS untuk estate, serta tCO2e per ton CPO dan tCO2e per ton PK untuk pabrik. Emisi estate dialokasikan ke pabrik secara proporsional terhadap volume TBS yang dipasok, menggunakan pendekatan alokasi fisik. Maka, data produksi CPO, PK, TBS olah, extraction rate, pemasok, dan aliran produk harus terkunci dengan baik.

Manual juga menjelaskan penggunaan faktor emisi default, serta kemungkinan pengguna memasukkan faktor emisi khusus atau data lokasi spesifik yang tunduk pada verifikasi auditor. Dengan demikian, setiap faktor emisi yang tidak berasal dari default perlu memiliki sumber, tanggal, satuan, cakupan, alasan penggunaan, dan persetujuan internal. Version control penting agar tim mengetahui apakah angka berasal dari default draft, data final, data pemasok, pengukuran lapangan, atau pembaruan setelah review auditor.

7. Bukti, penanggung jawab, dan kontrol versi

Dokumen RSPO P&C 2024 memuat ketentuan bahwa unit sertifikasi harus menjaga catatan yang akurat, lengkap, mutakhir, dan dapat diakses untuk aspek relevan dalam standar rantai pasok. Dalam konteks PalmGHG V5, prinsip dokumentasi ini perlu diterapkan ke data emisi: siapa pemilik data, siapa memeriksa, kapan angka dikunci, sumbernya apa, dan perubahan apa yang dilakukan setelah rekonsiliasi.

Praktik yang paling sederhana adalah menunjuk penanggung jawab internal untuk setiap kelompok data: estate, mill, sustainability, EHS, laboratorium, energi, pembelian, logistik, dan keuangan. Semua unit memakai daftar master yang sama, dengan format satuan yang seragam, periode pelaporan yang jelas, dan kolom bukti sumber. Jika terjadi perubahan angka, perubahan itu dicatat melalui version control, bukan ditimpa tanpa riwayat.

Daftar kerja sebelum V5 berjalan

Sebelum PalmGHG V5 menjadi satu-satunya versi untuk audit pada 1 November 2027, pabrik sawit dapat memulai dari pekerjaan yang konkret: menetapkan batas organisasi dan operasional; membersihkan daftar pemasok TBS; mencocokkan data timbangan, produksi, dan estate; melengkapi data tanam dan riwayat lahan; merapikan catatan pupuk, bahan bakar, listrik, transportasi, POME, COD, dan biogas; menyusun pustaka faktor emisi; serta menyiapkan folder bukti yang mudah diaudit.

Karena manual Oktober 2025 masih draft, tujuan persiapan bukan mengunci semua formula final, melainkan memastikan data dasar siap masuk ke metodologi final. Ketika versi final dan alur PRISMA tersedia, pabrik yang sudah memiliki data rapi akan lebih mudah menyesuaikan format. Sebaliknya, pabrik yang baru mencari data saat audit akan menghadapi pekerjaan ganda: mengisi kalkulator sekaligus membuktikan asal-usul angkanya.

Sumber pantauan