Selain biodiesel, sawit juga diproyeksikan berperan dalam pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Permintaan global terhadap Sustainable Aviation Fuel diperkirakan meningkat tajam hingga pertengahan abad ini. Indonesia memiliki peluang besar karena ketersediaan residu sawit seperti POME yang telah diakui oleh International Civil Aviation Organization sebagai bahan baku potensial.
Dengan konsumsi avtur domestik yang terus meningkat, pengembangan SAF berpotensi membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat posisi sawit dalam transisi energi global.
Secara keseluruhan, program biodiesel sawit kini telah melampaui fungsi energi semata. Ia menjadi instrumen stabilisasi ekonomi yang berdampak langsung pada pengurangan impor, penghematan devisa, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ketahanan energi nasional. Di tengah ketidakpastian global, keberlanjutan biodiesel B40 dan kesiapan menuju B50 menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya domestik dapat menjadi pondasi kuat bagi kemandirian energi Indonesia.