Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyoroti peluang pemanfaatan produk turunan minyak sawit oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk untuk pangan olahan. Dalam laporan ANTARA pada Sabtu (24/10), Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah menyebut terdapat 200 jenis turunan minyak sawit yang dapat menjadi bahan baku utama maupun sampingan untuk berbagai produk.
Helmi menyebut minyak goreng, margarin, krimer, dan cocoa butter substitute sebagai contoh produk turunan sawit. Pernyataan itu disampaikan dalam Pekan Jurnalis dan UMKM Sawit 2026 di Malang, Jawa Timur, yang menurut ANTARA berlangsung pada 23–24 Oktober. Ia mengatakan pemanfaatan bahan berbasis sawit membuka peluang bagi UMKM untuk mengembangkan produk bernilai tambah.
Contoh kegiatan di sektor pangan dilaporkan Koran Mandala pada hari yang sama. Center of Excellence Smart Tourism and Hospitality Universitas Telkom, dengan dukungan pendanaan BPDP, menggelar lokakarya bagi perempuan kepala keluarga pelaku UMKM kuliner di Bandung. Materinya mencakup pemanfaatan oleofood sawit, pengembangan produk, pengemasan, pengelolaan keuangan, dan pemasaran. Dalam demonstrasi memasak, peserta diperkenalkan pada silky pudding berbahan oleofood serta gyoza yang disajikan dengan minyak merah sebagai chili oil.
Menurut laporan Koran Mandala, penyelenggara menekankan bahwa pengembangan produk tetap perlu memperhatikan kualitas bahan, keamanan pangan, dan kebutuhan pasar. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta; angka ini merujuk pada peserta lokakarya, bukan jumlah UMKM yang telah memasarkan produk baru.
Untuk perkembangan harga di tingkat konsumen, data harga minyak goreng GIMNI menyediakan pemantauan terpisah dari peluang pengembangan produk pangan tersebut.