Perum Bulog Cabang Natuna menyalurkan minyak goreng MinyaKita melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pantai Piwang, Kecamatan Bunguran Timur. ANTARA melaporkan pada 25 Oktober 2026 bahwa minyak goreng di kegiatan itu dijual Rp15.000 per liter, di bawah harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter yang disebut oleh Bulog setempat.
Pemimpin Bulog Cabang Natuna Pencius Siburian mengatakan sekitar 900 liter minyak goreng tersalurkan dari persediaan 2.400 liter yang dibawa ke kegiatan tersebut. Selain melalui GPM, Bulog mulai menyalurkan minyak goreng lewat mitranya di Natuna. Perbandingan harga di satu kegiatan ini tidak serta-merta menggambarkan harga seluruh pasar Natuna; pembaca dapat memantau data harga minyak goreng nasional GIMNI secara terpisah.
Menurut Pencius, pemerintah pusat memberi tambahan kuota minyak goreng lebih dari 50.000 liter kepada Bulog Natuna pada September 2026, setelah permintaan pemerintah kabupaten. Ia mengatakan harga produk serupa di Natuna sebelumnya dapat melampaui Rp20.000 per liter. Pada tahap awal penugasan tahun ini, stok Bulog Natuna masih terbatas dan sebagian berasal dari alokasi cabang Tanjungpinang.
Pola pengiriman kini berubah: pasokan dikirim langsung dari Jakarta ke Natuna, bukan melalui Tanjungpinang. Pencius menyebut pengiriman menggunakan tol laut dan Bulog akan mengajukan tambahan kuota kembali jika stok menipis. Ia juga menjelaskan bahwa distributor yang memenuhi syarat dapat memperoleh MinyaKita langsung dari produsen; jalur penyaluran di pasar tidak hanya melalui Bulog.
Di wilayah lain, ANTARA melaporkan Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, turut menggelar GPM dengan minyak goreng, beras, gula dan telur pada 25 Oktober. Laporan Inilahkoran yang terbit 26 Oktober juga mencatat minyak goreng dijual dalam GPM Kabupaten Bogor. Harga dan skema pada kedua kegiatan itu berbeda, sehingga tidak dapat dipakai sebagai pembanding langsung bagi pasokan MinyaKita di Natuna.
Sumber pantauan
- ANTARA Kepulauan Riau, 25 Oktober 2026, Bulog Natuna salurkan minyak goreng lewat gerakan pangan murah.
- ANTARA Kalimantan Selatan, 25 Oktober 2026, DKPP bersama sejumlah instansi kolaborasi gelar pangan murah.
- Inilahkoran, 26 Oktober 2026, Pangan Murah Belanja Ramah.