Produksi kelapa sawit di Kalimantan Timur dilaporkan turun sekitar 5–11 persen. Elaeis mengutip Sekretaris Apkasindo Kaltim Daru Widiyatmoko yang mengaitkan penurunan tersebut dengan cuaca yang tidak menentu.
Daru mengatakan kemarau sedang melanda kebun sawit di wilayah itu dan berdampak pada produksi. Ia juga menyebut perubahan cuaca ekstrem membuat waktu berakhirnya penurunan produksi sulit diprediksi.
Pada saat produksi menurun, harga tandan buah segar atau TBS disebut mulai naik. Berdasarkan penetapan Dinas Perkebunan Kaltim yang dikutip Elaeis, harga sawit plasma pada periode tersebut mencapai Rp3.561,69 per kilogram.
Harga itu tercatat naik Rp33 per kilogram. Keterangan Apkasindo Kaltim dalam laporan tersebut menempatkan kondisi cuaca sebagai faktor utama yang sedang menekan hasil kebun.
Sumber pantauan
Elaeis
Produksi Sawit di Kaltim Sudah Anjlok Sampai 11%
Tanggal pantauan: 14 Agustus 2026