Sawit Indonesia membandingkan First Resources Ltd dan Indofood Agri Resources Ltd sebagai dua grup sawit yang sama-sama tercatat di Bursa Singapura, dengan perbedaan utama pada portofolio produk hilir yang ditonjolkan.
Dalam artikel tersebut, First Resources digambarkan berfokus pada pengembangan produk energi baru terbarukan melalui biodiesel, sambil tetap menghasilkan produk turunan lain seperti RBD palm olein, RBD palm stearin, fatty acid, glycerin, palm kernel oil, dan palm kernel expeller.
Sawit Indonesia menyebut First Resources melalui PT Ciliandra Perkasa menjadi badan usaha bahan bakar nabati yang ditunjuk pemerintah dalam penyaluran FAME. Total kapasitas fasilitas refineri dan biodiesel perusahaan disebut mencapai 850 ribu ton per tahun.
Dari sisi produksi, First Resources membukukan produksi tandan buah segar 2.234.776 ton pada semester pertama 2026, naik 10,2% secara tahunan. Produksi CPO perusahaan disebut naik 18,4% menjadi 656.605 ton.
Untuk IndoAgri, artikel itu menempatkan perusahaan pada segmen pangan, khususnya minyak makan dan lemak. Portofolio produk yang disebut meliputi minyak goreng, margarin, shortening, specialty fats, palm-based derivatives, RBD palm stearin, dan palm fatty acid distillate atau PFAD.
IndoAgri disebut memiliki kapasitas refineri terpasang 1,9 juta ton per tahun. Sawit Indonesia juga mencatat pendapatan semester pertama 2026 sekitar Rp9,63 triliun, naik 2,5%, laba bersih Rp1,01 triliun atau naik 32,4%, dan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sekitar Rp444,5 miliar atau naik 31,6%.
Produksi CPO IndoAgri pada semester pertama 2026 disebut mencapai 338 ribu ton, naik 3% dari periode sama tahun lalu, dengan pengolahan TBS sawit termasuk eksternal sebanyak 1,6 juta ton. Perbandingan ini menunjukkan dua jalur portofolio industri hilir sawit: biodiesel pada First Resources dan produk pangan minyak makan/lemak pada IndoAgri, tanpa menjadi rekomendasi investasi.
Sumber pantauan: Sawit Indonesia, “First Resources dan IndoAgri: Lebih Cuan Mana Jualan Biodiesel Atau Minyak Goreng?”, 28 September 2026.