Harga kontrak crude palm oil atau CPO di Bursa Malaysia Derivatives melemah pada penutupan Selasa, 30 Juni 2026.
Laporan Investor.id menyebut pelemahan tersebut dipicu penguatan nilai tukar ringgit serta turunnya harga minyak nabati pesaing di bursa Dalian, China, dan Chicago, Amerika Serikat.
Kontrak berjangka CPO Juli 2026 disebut turun 49 ringgit Malaysia menjadi 4.474 ringgit Malaysia per ton.
Kontrak Agustus 2026 turun 40 ringgit Malaysia menjadi 4.518 ringgit Malaysia per ton, sementara kontrak September 2026 terkoreksi 42 ringgit Malaysia menjadi 4.546 ringgit Malaysia per ton.
Pergerakan harga tersebut menjadi salah satu catatan pasar dalam pantauan industri minyak sawit dan minyak nabati.
Sumber pantauan
- investor.id — Harga CPO Ambles, Terbebani Minyak Mentah dan Ringgit — sumber