Palm Oil Today

Harga CPO Domestik Bertahan, Harga TBS Sumut dan Riau Terkoreksi Tipis

21 Sep 2026

Tandan buah sawit di depan tangki dan fasilitas pengolahan CPO

Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar domestik bertahan pada perdagangan Kamis, 17 September 2026. Di tengah pergerakan harga minyak nabati global, perkembangan tersebut berjalan beriringan dengan koreksi tipis harga tandan buah segar (TBS) petani mitra plasma di Sumatera Utara dan Riau.

Tandan buah sawit di depan tangki dan fasilitas pengolahan CPO

Agricom melaporkan harga penawaran tertinggi CPO dalam tender KPBN Inacom berada di Rp15.758 per kilogram, sama dengan perdagangan sehari sebelumnya. Harga pembukaan Franco Dumai tercatat Rp15.775 per kilogram, tetapi berstatus withdraw. Angka tender tersebut belum termasuk pajak pertambahan nilai.

Di pasar Rotterdam, kontrak CPO September tercatat US$1.580 per ton dan kontrak Oktober US$1.620 per ton. Pada saat yang sama, palm kernel oil untuk kontrak September–Oktober berada di US$2.125 per ton, turun 65 poin, sedangkan minyak kedelai dilaporkan turun 83 poin.

Harga TBS bergerak turun tipis

Perubahan harga CPO turut tercermin pada penetapan harga TBS di daerah produsen. Bisnis.com melaporkan harga TBS pekebun mitra plasma di Sumatera Utara untuk tanaman umur 10–20 tahun ditetapkan Rp4.066,20 per kilogram pada periode 16–22 September 2026. Harga itu turun Rp12,89 per kilogram dari periode sebelumnya.

Harga tertinggi di Sumatera Utara terdapat pada tanaman umur 21 tahun, yakni Rp4.069,96 per kilogram. Dalam penetapan tersebut, rata-rata harga CPO lokal dan ekspor tercatat Rp16.202,91 per kilogram, sedangkan harga kernel lokal Rp13.797,44 per kilogram. Keduanya belum termasuk PPN.

Di Riau, harga TBS mitra plasma untuk tanaman umur sembilan tahun ditetapkan Rp3.976,56 per kilogram pada periode yang sama. Menurut laporan Bisnis.com yang terbit 16 September, angka tersebut turun Rp17,54 per kilogram atau 0,44 persen. Dinas Perkebunan Riau menyebut koreksi harga TBS terutama dipengaruhi oleh penurunan harga CPO pada pekan berjalan.

Pasar menghadapi sinyal yang beragam

Pergerakan harga CPO dalam beberapa hari terakhir memperlihatkan sinyal yang tidak tunggal. CNBC Indonesia melaporkan kontrak acuan CPO pengiriman November di Bursa Malaysia ditutup MYR4.884 per ton pada 15 September, naik 0,70 persen dari sehari sebelumnya. Penguatan itu dikaitkan dengan kenaikan harga minyak mentah dan ekspektasi pasokan yang lebih ketat.

Namun, laporan yang sama mencatat ekspor produk sawit Malaysia pada 1–15 September diperkirakan turun 17,8–25,6 persen dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menahan pasar, bersamaan dengan pergerakan minyak nabati pesaing dan nilai tukar ringgit.

Harga referensi CPO Indonesia untuk September 2026 sebelumnya ditetapkan sebesar US$1.007,51 per ton, naik 1,10 persen dari Agustus. Perkembangan angka acuan, tender domestik, harga ekspor, dan penetapan TBS daerah dapat dipantau melalui data harga CPO GIMNI.

Data 17 September menunjukkan harga penawaran tertinggi CPO domestik masih bertahan, tetapi koreksi TBS di Sumatera Utara dan Riau memperlihatkan bahwa perubahan harga bahan baku di tingkat daerah tetap terjadi. Besarnya harga yang diterima pekebun juga berbeda menurut umur tanaman, rendemen, faktor K, dan komponen harga CPO serta kernel yang digunakan dalam penetapan masing-masing provinsi.

Sumber pantauan