Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) melanjutkan penguatan dalam dua hari perdagangan beruntun. CNBC Indonesia melaporkan penguatan tersebut ditopang lonjakan harga minyak mentah dunia serta ekspektasi pasokan yang lebih ketat pada tahun depan.
Berdasarkan data Refinitiv yang dikutip CNBC Indonesia, kontrak acuan CPO pengiriman November di Bursa Malaysia Derivatives Exchange pada perdagangan Selasa, 15 September 2026, ditutup di posisi MYR4.884 per ton. Angka itu naik 34 ringgit atau sekitar 0,70 persen dibandingkan penutupan Senin di MYR4.850 per ton.
CNBC Indonesia mencatat kenaikan tersebut membawa harga CPO kembali mendekati level MYR4.900 per ton. Sepanjang September, pergerakan CPO disebut relatif tinggi dan sempat menyentuh area MYR5.000 per ton sebelum terkoreksi.
Pasar Malaysia tidak dibuka pada Rabu, 16 September 2026, karena libur nasional dan perdagangan kembali berlangsung pada Kamis, 17 September 2026. Untuk konteks data domestik, pembaca dapat merujuk data harga referensi CPO GIMNI.
Laporan itu juga menyebut sentimen permintaan masih tertahan karena surveyor kargo memperkirakan ekspor produk sawit Malaysia pada 1–15 September turun sekitar 17,8–25,6 persen dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.
Sumber pantauan
- CNBC Indonesia, “Melesat! Harga CPO Dekati MYR 4.900, Pengusaha Sawit Senyum Lebar”, 16 September 2026, sumber asli.