Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) bergerak ke level tertinggi dalam 20 bulan. Kenaikan tersebut menempatkan risiko pasokan dan arah permintaan minyak nabati global sebagai perhatian utama pasar.
Kompas.com, mengutip Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas, melaporkan harga CPO berjangka Malaysia kontrak November 2026 menguat sekitar 0,7 persen menjadi 4.927 ringgit Malaysia per ton pada Kamis, 20 Agustus 2026. Level itu disebut sebagai titik tertinggi dalam 20 bulan sekaligus breakout point dalam riset tersebut.
Pergerakan serupa tercermin dalam sejumlah laporan pasar lain selama 24 jam terakhir. Bloomberg Technoz menyebut harga minyak sawit mencapai level tertinggi sejak 2024, sedangkan InfoSAWIT melaporkan harga CPO KPBN Inacom naik pada perdagangan Kamis dan kontrak CPO di Bursa Malaysia masih menguat. Agricom juga mencatat kontrak Februari 2027 mencapai 5.071 ringgit Malaysia per ton.
Cuaca dan pasokan membentuk sentimen pasar
Menurut laporan Kompas.com, riset BRI Danareksa mengaitkan penguatan harga dengan kekhawatiran pasokan serta potensi meningkatnya permintaan minyak nabati global. Risiko cuaca ekstrem El Nino menjadi salah satu faktor yang dicermati karena dapat memengaruhi produksi. Gangguan ekspor minyak bunga matahari akibat konflik Rusia–Ukraina juga disebut berpotensi mengalihkan sebagian permintaan ke CPO.
Di sisi lain, riset tersebut mengingatkan bahwa penguatan ringgit dan harga kedelai yang kompetitif dapat membatasi kenaikan. Dengan demikian, tren harga tidak hanya ditentukan oleh kondisi kebun dan produksi sawit, tetapi juga oleh nilai tukar serta persaingan dengan minyak nabati lain.
Kebijakan domestik turut muncul sebagai konteks pasokan. Implementasi mandatori B50 disebut berpotensi mengurangi volume ekspor CPO, tetapi isu energi tersebut bukan satu-satunya penentu pasar. Bagi rantai industri minyak nabati dan pangan, keseimbangan antara produksi, kebutuhan dalam negeri, ekspor, dan permintaan global tetap menjadi bagian penting dalam membaca arah harga. Perkembangan kebijakan terkait dapat ditelusuri melalui register regulasi GIMNI.
Harga tinggi belum menggambarkan seluruh kondisi industri
Kompas.com juga mengutip GAPKI mengenai potensi kombinasi kemarau ekstrem dan kenaikan harga pupuk. Dalam laporan itu, kedua faktor tersebut dinilai dapat menekan produksi 2026 sekitar 1–2 juta ton dibandingkan realisasi 2025 sebesar 51,7 juta ton. Angka itu merupakan perkiraan yang disampaikan GAPKI dalam pemberitaan, bukan realisasi produksi tahun berjalan.
Kenaikan harga dapat memperbaiki penerimaan penjualan CPO, tetapi dampaknya pada setiap pelaku usaha tetap bergantung pada volume produksi, biaya operasional, kebutuhan bahan baku, dan kontrak penjualan. Bagi industri pengolahan minyak nabati dan oleofood, dinamika harga bahan baku juga perlu dibaca bersama ketersediaan pasokan dan permintaan produk hilir.
Pergerakan harga acuan dan kebijakan perdagangan CPO Indonesia dapat dipantau melalui data harga referensi CPO GIMNI. Pemantauan berkelanjutan diperlukan karena laporan pasar terbaru masih memperlihatkan sentimen yang bergerak cepat mengikuti cuaca, produksi, nilai tukar, dan kondisi minyak nabati global.
Sumber pantauan
- Kompas.com — Harga Minyak Sawit Tembus Level Tertinggi dalam 20 Bulan, Efek El Nino?, 20 Agustus 2026, 12.46 WIB. Sumber utama artikel.
- Bloomberg Technoz — Harga Minyak Sawit Level Tertinggi Sejak 2024 Imbas El Nino, 20 Agustus 2026, 13.22 WIB.
- InfoSAWIT — Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Kamis, Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Masih Menguat, 21 Agustus 2026, 04.15 WIB.
- Vibiznews — Harga CPO Kamis Menguat Terpicu Dampak Buruk El Nino, 20 Agustus 2026, 16.15 WIB.
- IDX Channel — Harga CPO Tembus Level Tertinggi sejak Akhir 2024, 20 Agustus 2026, 11.51 WIB.
- Agricom — Harga CPO Bursa Malaysia Menguat, Kontrak Februari 2027 Tembus RM5.071 per Ton, 20 Agustus 2026, 08.43 WIB.
- InfoSAWIT — Harga CPO Diproyeksi Menguat di Semester II 2026, Risiko Pasokan Dorong Saham Sawit, 20 Agustus 2026, 14.35 WIB.
- Databoks Katadata — Harga Pangan Hari Ini 20 Agustus: Harga Cabai Merah, Minyak, dan Daging Ayam Naik, 20 Agustus 2026, 13.27 WIB.