Kenaikan harga minyak mentah dunia dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak pada sejumlah komoditas pangan, termasuk minyak goreng curah. Penguatan harga energi global mendorong naiknya harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) yang menjadi bahan baku utama minyak goreng.
DIlansir dari RRI, pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menjelaskan bahwa lonjakan harga CPO dipicu oleh ekspektasi meningkatnya penggunaan minyak sawit untuk bahan bakar nabati.
Menurutnya, kenaikan harga minyak mentah membuat permintaan terhadap biodiesel berbasis CPO berpotensi meningkat sehingga mendorong harga komoditas tersebut di pasar global.
“Penguatan harga CPO lebih disebabkan oleh ekspektasi bahwa lonjakan harga minyak mentah akan meningkatkan penggunaan CPO untuk biodiesel, sehingga permintaan ikut terdorong naik,” ujar Gunawan, Selasa (10/3/2026).
Sebelumnya, harga minyak mentah dunia sempat mendekati US$120 per barel. Meski saat ini kembali turun, harga minyak jenis Brent crude oil masih berada di kisaran US$93 per barel. Sejalan dengan itu, harga CPO juga mengalami penguatan hingga 4.570 ringgit per ton, naik dari sekitar 4.000 ringgit per ton pada 25 Februari 2026.
Harga Minyak Goreng Curah di Pasar Ikut Naik
Kenaikan harga CPO tersebut mulai berdampak pada harga minyak goreng di tingkat konsumen. Berdasarkan pemantauan melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), rata-rata harga minyak goreng curah di Sumatera Utara naik sekitar Rp250 per kilogram.
Saat ini harga minyak goreng curah berada di kisaran Rp19.450 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp19.200 per kilogram. Di beberapa pasar tradisional, kenaikan harga bahkan lebih tinggi.
Kenaikan tertinggi tercatat di Pasar Brayan dan Pasar Aek Habil, yang mencapai sekitar Rp1.500 per kilogram. Sementara itu, kenaikan sekitar Rp500 per kilogram terjadi di Pasar Petisah.
Dipengaruhi Konflik Timur Tengah
Gunawan menilai, pergerakan harga minyak goreng saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal, khususnya dinamika harga energi global yang terdampak konflik di kawasan Timur Tengah.
Kenaikan harga minyak mentah dunia berpotensi meningkatkan permintaan CPO sebagai bahan baku energi alternatif seperti biodiesel. Kondisi ini turut memengaruhi harga CPO di pasar internasional dan pada akhirnya berdampak pada harga minyak goreng di dalam negeri.
Di sisi lain, permintaan minyak goreng juga biasanya meningkat menjelang Ramadan hingga Idulfitri. Namun, lonjakan permintaan terbesar umumnya terjadi menjelang awal Ramadan serta sekitar H-7 hingga Idulfitri.
Gunawan menambahkan, minyak goreng merupakan salah satu komoditas pangan yang paling cepat merespons perubahan harga global, terutama ketika terjadi gejolak geopolitik seperti konflik di Timur Tengah.