Harga pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit produksi pekebun mitra di Sumatra Selatan ditetapkan sekitar Rp3.541 per kilogram untuk tanaman berumur 10–20 tahun pada periode 16–31 Oktober 2026. Penetapan tersebut diumumkan setelah rapat tim penetapan harga pada Senin, 19 Oktober, sebagaimana dilaporkan Sawit Indonesia dan Bisnis.com.
Sawit Indonesia mencatat harga Rp3.541,39 per kilogram dan menyebutnya turun Rp225,5 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya. Bisnis.com menyebut penurunan Rp211 per kilogram dalam judul laporannya tentang periode kedua Oktober. Kedua laporan sama-sama mencatat penurunan, tetapi angka perubahan antarlaporan berbeda; besaran selisih itu tidak disatukan dalam satu angka.
Menurut rincian hasil rapat yang diterbitkan Sawit Indonesia, perhitungan daerah mencatat rata-rata harga CPO Rp14.324,39 per kilogram, rata-rata harga inti sawit Rp12.150,16 per kilogram dan indeks K sebesar 92,17 persen. Angka CPO tersebut merupakan komponen perhitungan harga TBS setempat, bukan harga transaksi yang berlaku seragam di seluruh Indonesia.
Sebagai konteks pasar pada 19 Oktober, data Bappebti menampilkan kontrak berjangka CPO November 2026 di Jakarta ICDX sebesar Rp15.460 per kilogram. Harga pembelian pabrik yang ditampilkan Pempem saat dipantau pada 20 Oktober juga bervariasi menurut lokasi dan kategori TBS. Kedua jenis data itu memiliki cakupan dan dasar harga berbeda dari penetapan TBS petani mitra Sumsel sehingga tidak dapat dibandingkan sebagai harga yang identik. Pembaca dapat melihat data harga CPO GIMNI untuk mengikuti acuan pasar menurut tanggal dan jenis harganya.
Sumber pantauan
- Sawit Indonesia, 19 Oktober 2026: penetapan harga TBS mitra Sumsel.
- Bisnis.com, 19 Oktober 2026 pukul 15.40 WIB: harga TBS periode II.
- Bappebti, data bursa 19 Oktober 2026: kontrak CPO.
- Pempem, halaman diperbarui 20 Oktober 2026: harga pembelian TBS di pabrik.
- GIMNI, halaman tracker harga CPO (rujukan jenis harga).