Pemerintah Indonesia mulai mempersiapkan implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA), sebuah langkah yang dilaporkan membuka peluang akses lebih luas bagi minyak sawit dan produk turunannya ke pasar Uni Eropa.
InfoSAWIT melaporkan Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan koordinasi lintas kementerian dan lembaga sedang dipercepat. Persiapan itu mencakup penyelesaian dokumen ratifikasi, penyelarasan regulasi domestik, dan kesiapan teknis sebelum perjanjian diberlakukan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Dialog Persiapan Implementasi I-EU CEPA di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Pertemuan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan dihadiri perwakilan kementerian, lembaga, serta duta besar negara anggota Uni Eropa.
Peluang tarif nol persen
Menurut laporan yang sama, I-EU CEPA mencakup liberalisasi sekitar 98 persen pos tarif kedua pihak atau sekitar 99,5 persen dari total nilai impor. Minyak sawit dan produk turunannya termasuk komoditas Indonesia yang disebut akan memperoleh tarif nol persen sejak perjanjian mulai berlaku, bersama tekstil, alas kaki, dan produk karet.
Budi menyebut tingkat komitmen tarif tersebut sebagai salah satu yang tertinggi yang pernah diperoleh Indonesia dalam perjanjian perdagangan. Ia mengatakan tarif yang lebih kompetitif memberi peluang lebih besar bagi produk Indonesia untuk masuk ke Uni Eropa.
Pasar Uni Eropa disebut mencakup sekitar 450 juta konsumen dengan produk domestik bruto gabungan sekitar USD 22 triliun. Selain perdagangan barang, I-EU CEPA juga meliputi akses pasar jasa, investasi, digitalisasi perdagangan, percepatan prosedur kepabeanan, kerja sama standardisasi, serta isu sanitari dan fitosanitari.
Regulasi Eropa tetap menjadi perhatian
Peluang penurunan tarif berjalan beriringan dengan persyaratan pasar Eropa. InfoSAWIT mencatat European Union Deforestation Regulation (EUDR) menjadi perhatian bagi industri sawit, selain Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) dan ketentuan sektoral lainnya. Pembaca dapat mengikuti perkembangan aturan terkait perdagangan dan industri melalui register regulasi GIMNI.
Budi mengatakan regulasi yang berpotensi mengurangi manfaat I-EU CEPA dapat dibahas bersama oleh Indonesia dan Uni Eropa, termasuk jika muncul aturan baru setelah perjanjian ditandatangani.
Perundingan I-EU CEPA telah berlangsung sejak 2016 dan mencapai kesepakatan substansial pada September 2025. Pemerintah menargetkan penandatanganan pada Oktober 2026. Sesudahnya, perjanjian masih harus melalui proses ratifikasi oleh parlemen masing-masing pihak sebelum dapat diimplementasikan.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Denis Chaibi menyambut positif dialog persiapan tersebut. Sementara itu, Menteri Perdagangan menekankan keterlibatan asosiasi dan pelaku usaha sejak tahap persiapan agar peluang yang tersedia dapat dimanfaatkan ketika perjanjian mulai berjalan.
Sumber pantauan
- InfoSAWIT — I-EU CEPA Siap Buka Jalan Baru Ekspor Sawit Indonesia ke Eropa, 24 Agustus 2026, 06.31 WIB.
- Investor.id — Pengusaha Hutan dan Sawit Dorong Protokol Bersama Karhutla, 24 Agustus 2026, 06.33 WIB.
- Agricom.id — Harga TBS Sawit Sumut Naik Periode 19–25 Agustus, 23 Agustus 2026, 21.53 WIB.
- Harian SIB — Harga CPO Tembus 5.000 Ringgit per Ton, Minyak Goreng Berpotensi Tetap Mahal, 23 Agustus 2026, 17.38 WIB.
- Headline.co.id — BPDP Fokus pada Hilirisasi dan Peremajaan Kebun Sawit Rakyat, 23 Agustus 2026, 17.01 WIB.
- Radar Surabaya Bisnis — Tim UNAIR Ubah Limbah Sawit Jadi Pakan Sapi, 23 Agustus 2026, 16.32 WIB.
- RRI — Sentuh Industri Minyak Kelapa Mandar Majene, FTI ITB Boyong Sampel Minyak ke Lab, 23 Agustus 2026, 12.25 WIB.
- Seputar Sumut — Menteri LH Apresiasi Langkah PTPN IV PalmCo Kelola Limbah Sawit, 23 Agustus 2026, 15.25 WIB.