Indonesia mendorong perluasan akses pasar minyak sawit ke India melalui penguatan kerja sama dagang bilateral dan regional. Langkah tersebut dibahas Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bersama Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal dalam pertemuan bilateral di Jaipur, India, pada 7 Agustus 2026, sebagaimana dilaporkan Jambi Ekspres.
Laporan itu menyebut pertemuan berlangsung di sela BRICS Trade Ministers’ Meeting. India diposisikan sebagai salah satu pasar penting bagi komoditas unggulan Indonesia, dengan minyak sawit dan batu bara disebut sebagai penopang utama ekspor Indonesia ke negara tersebut.
Dua jalur perluasan akses pasar
Pembahasan perdagangan diarahkan melalui dua jalur. Pertama, percepatan reviu ASEAN–India Trade in Goods Agreement atau AITIGA. Kedua, inisiasi Indonesia–India Preferential Trade Agreement atau ID–IN PTA sebagai perjanjian bilateral yang diharapkan melengkapi kerangka ASEAN–India.
Dalam perundingan reviu AITIGA, Indonesia menargetkan tingkat liberalisasi akses pasar mencapai 80 persen. Mendag Budi Santoso mengatakan pemerintah masih berkonsultasi dengan pelaku usaha di dalam negeri agar penurunan hambatan tarif dapat memberikan manfaat optimal. Pemerintah Indonesia juga menyatakan dukungan agar reviu AITIGA dapat diselesaikan tahun ini.
Indonesia dan India juga menyepakati pengaktifan kembali Working Group on Trade and Investment. Menurut laporan tersebut, forum ini diproyeksikan menjadi saluran untuk membahas hambatan nontarif dan memperluas akses pasar secara berimbang.
Usulan pembentukan ID–IN PTA mendapat tanggapan positif dari pihak India. Menteri Piyush Goyal mengusulkan agar pembahasan teknis dan pertemuan delegasi bisnis ditindaklanjuti setelah proses reviu AITIGA menunjukkan kemajuan, termasuk melalui pertemuan teknis secara daring.
Perkembangan akses pasar ini berlangsung ketika pelaku industri juga memantau pergerakan harga dan kebijakan ekspor sawit. Informasi pembanding mengenai perkembangan harga referensi dapat dilihat pada data harga referensi CPO GIMNI.
Penguatan hilirisasi dari daerah
Di dalam negeri, agenda hilirisasi sawit berbasis koperasi juga mengemuka. Palpos melaporkan Kabupaten Musi Banyuasin akan menggelar Seminar Nasional “Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi” pada 11 Agustus 2026, disusul peresmian Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera di Kecamatan Babat Toman pada 12 Agustus 2026.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Musi Banyuasin, Zulkarnain, menyebut rangkaian kegiatan itu diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sawit rakyat dan memperkuat kelembagaan koperasi. Agenda tersebut memperlihatkan dua sisi perkembangan industri sawit yang berjalan bersamaan: perluasan akses pasar ekspor dan penguatan pengolahan di tingkat daerah.
Sumber pantauan
- Jambi Ekspres — Di Sela Pertemuan Bilateral di India, Mendag Busan Bahas Peningkatan Akses Pasar Ekspor Minyak Sawit, 10 Agustus 2026.
- Investor.id — Harga CPO Pekan Ini Diprediksi Menguat, Ada Katalis Kuat, 9 Agustus 2026.
- Palpos — Muba Jadi Panggung Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi, 9 Agustus 2026.
- Iconomics — Pengusaha Sawit Minta Pemerintah Pertimbangkan Kebijakan Penempatan DHE SDA Menjadi 50%, 9 Agustus 2026.
- Prokal — Produktivitas dan Hilirisasi Buka Masa Depan Cerah Industri Sawit Kaltim, 10 Agustus 2026.
- Pranala.co — Hilirisasi Sawit Kaltim Timpang, CPO Tembus 4,9 Juta Ton, 9 Agustus 2026.
- Agricom.id — Harga Sawit Swadaya Riau Naik Rp23,35/Kg, Tembus Rp3.936,63 pada 5–11 Agustus, 10 Agustus 2026.