Indonesia Produsen Sawit Dunia, Mentan Pastikan Minyak Goreng Tak Boleh Langka dan Mahal
24 Feb 2026
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa minyak goreng tidak boleh menjadi barang langka ataupun mahal di dalam negeri. Hal ini mengingat Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia dengan ketersediaan bahan baku yang sangat melimpah.Dilansir dari Antara News, Mentan menyatakan tidak ada alasan bagi harga minyak goreng untuk melonjak di pasar domestik, terlebih menjelang bulan Ramadan saat kebutuhan masyarakat meningkat. Ia menekankan pemerintah akan menindak tegas pihak yang memanfaatkan momentum tersebut untuk mengambil keuntungan berlebihan.
Sidak Pasar Temukan Harga di Atas HET
Sumber: News UMSPernyataan itu disampaikan Mentan saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Kebayoran, Jakarta. Dalam sidak tersebut, ditemukan minyak goreng rakyat masih dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).Produk yang seharusnya dijual Rp15.700 per liter ditemukan dipasarkan hingga Rp19.000 per liter. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan meminta aparat penegak hukum menelusuri jalur distribusi hingga ke tingkat distributor besar dan produsen.Mentan meminta Polda Metro Jaya untuk memproses dugaan pelanggaran tersebut secara hukum, termasuk kemungkinan penyegelan unit usaha jika terbukti terjadi pelanggaran. Namun, ia menegaskan penindakan tidak menyasar pedagang kecil atau pengecer.Sebagai bagian dari proses investigasi, Amran bahkan membeli langsung dua kemasan minyak goreng untuk dijadikan barang bukti guna menelusuri rantai distribusinya.
Anomali Harga Tak Sejalan dengan Posisi Sawit Indonesia
Mentan menjelaskan bahwa secara global mekanisme permintaan dan penawaran minyak sawit mentah (CPO) berjalan normal. Namun, kenaikan harga di dalam negeri dinilai sebagai anomali yang tidak dapat dibenarkan.Ia menyoroti dominasi Indonesia dalam industri sawit global, dengan kontribusi lebih dari separuh produksi dan ekspor dunia. Dengan posisi tersebut, seharusnya masyarakat dalam negeri mendapatkan manfaat langsung berupa harga minyak goreng yang stabil dan terjangkau.
Ekspor Sawit Indonesia Terus Menguat
Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan nilai ekspor CPO dan produk turunannya sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 24,42 miliar dolar AS. Angka ini meningkat sekitar 21,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 20,05 miliar dolar AS.Kinerja ekspor tersebut memperkuat posisi sawit sebagai salah satu tulang punggung ekonomi nasional sekaligus komoditas strategis di pasar global.Untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng, pemerintah akan memperkuat pengawasan distribusi, menggelar operasi pasar secara berkelanjutan, serta memastikan penegakan hukum berjalan tegas.Langkah ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan minyak goreng bagi masyarakat sekaligus mencegah praktik spekulasi harga, terutama menjelang Ramadan ketika permintaan bahan pangan meningkat.