Kalimantan Timur memiliki basis produksi sawit yang besar, tetapi kapasitas industri hilirnya masih terbatas. Pemerintah provinsi mencatat luas perkebunan sawit sekitar 1,6 juta hektare dengan produksi 4,3 juta hingga 4,9 juta ton CPO per tahun.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menyampaikan data tersebut dalam 9th Borneo Forum 2026 di Balikpapan. Produksi CPO provinsi itu disebut mendekati 10 persen dari produksi nasional.
Besarnya produksi bahan baku belum diikuti fasilitas pengolahan yang sebanding. Dari produksi CPO yang mendekati 5 juta ton per tahun, Kalimantan Timur baru memiliki dua pabrik minyak goreng.
Seno mengatakan pemerintah daerah ingin lebih banyak industri pengolahan turunan sawit dibangun di Kalimantan Timur agar nilai tambah dapat dinikmati di daerah. Pengembangan tersebut ditempatkan dalam upaya mengurangi ketergantungan ekonomi pada sektor pertambangan dan memperkuat basis ekonomi masyarakat.
Pemerintah daerah juga menyoroti tata kelola pabrik kelapa sawit dan hubungan perusahaan dengan pekebun, terutama kepastian harga tandan buah segar bagi petani swadaya. Seno mendorong pembahasan tata kelola pabrik kelapa sawit nonkebun agar kepastian usaha dan harga bagi petani dapat diperkuat.
Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menambahkan bahwa ruang peningkatan produktivitas masih terbuka, terutama pada perkebunan rakyat yang mencakup sekitar 41 persen luas kebun nasional. Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat, penggunaan benih unggul, dan mekanisasi disebut sebagai langkah untuk meningkatkan produksi tanpa membuka lahan baru.
Perkembangan harga acuan CPO dapat dipantau melalui data harga referensi CPO GIMNI.
Sumber pantauan
Bisnis.com — Sawit Kaltim Gemuk di Hulu, Ringkih di Hilir, 9 Agustus 2026.