Regulasi Biodiesel

Kepmen ESDM No. 439.K/EK.01/MEM.E/2025 Tahun 2025 — Penetapan Badan Usaha Bahan Bakar Minyak (BU BBM) dan Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BU BBN) Jenis Biodiesel serta Alokasi Volume Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel untuk Pencampuran Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar Tahun 2026

Kepmen ESDM Berlaku
Nomor439.K/EK.01/MEM.E/2025
Tahun2025
Instansi PenerbitKementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
StatusBerlaku

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan Kepmen ESDM No. 439.K/EK.01/MEM.E/2025 Tahun 2025 yang menetapkan Badan Usaha Bahan Bakar Minyak (BU BBM) dan Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BU BBN) jenis biodiesel, sekaligus mengalokasikan volume bahan bakar nabati jenis biodiesel untuk dicampurkan ke bahan bakar minyak jenis minyak solar sepanjang tahun 2026. Keputusan ini berdampak langsung pada badan usaha penyalur solar (BU BBM) dan penyedia biodiesel (BU BBN), serta secara tidak langsung pada industri sawit dan minyak nabati sebagai pemasok bahan baku biodiesel. Kepmen ini berstatus berlaku.

Poin Singkat

  • Menetapkan badan usaha yang ditunjuk sebagai BU BBM (penyalur solar) dan BU BBN (penyedia biodiesel) untuk program tahun 2026.
  • Menetapkan alokasi volume bahan bakar nabati jenis biodiesel per badan usaha untuk dicampurkan ke minyak solar.
  • Alokasi volume tersebut berlaku untuk periode tahun 2026.
  • Menjadi acuan resmi bagi badan usaha dalam pelaksanaan program pencampuran biodiesel ke minyak solar.
  • Berdampak pada permintaan bahan baku biodiesel dari industri sawit dan minyak nabati sebagai pemasok utama.
  • Diterbitkan oleh Kementerian ESDM dengan status berlaku.

Ringkasan disusun redaksi GIMNI dari naskah resmi — rujuk dokumen asli untuk kepastian hukum.

Terakhir diperbarui: 4 Agustus 2026