Khabar Gembira Bagi Petani Sawit, Harga TBS Sudah Melonjak, Capai Rp 1.500 Per Kg

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Harga tanda buah segar (TBS) sawit tidak terkena dampak virus Corona baru, Covid-19.

Hal itu tentunya berbanding terbalik dengan komoditi lainnya, seperti buah jernang dengan tujuan ekspor, harga anjlok.

 

Kelapa sawit yang sudah diembargo oleh Uni Eropa dengan alasan merusak lingkungan tidak mempengaruhi pasar Indonesia.

Selain sebagai bahan minyak kelapa, juga dikembangkan sebagai biodiesel oleh pemerintah.

Bahan bakar ini memili emisi gas rendah.

Juga dapat sebagai pembuatan margarin atau mentega, lipstik dan lainnya.

Bahkan, cangkang kelapa sawit sudah mulai diekspor ke Jepang melalui Pelabuhan Kuiala Langsa.

Terlepas dari itu, para petani di Kota Subulussalam khususnya dan Aceh umumny, sudah bisa tersenyum lebar,

Pasalnya, Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di daerah ini terus membaik dari hari ke hari.

Harga TBS kelapa sawit terbaru di Subulusalam sudah mencapai Rp 1.500 per kilogram di pabrik pengolahan minyak sawit.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Subulussalam, Subangun Berutu kepada Serambinews.com, Rabu (5/8/2020) mengatakan harga TBS kelapa sawit terus menunjukkan pemulihan.

Setelah beberapa periode mengalami kenaikan, kini harga TBS kelapa sawit sudah menyentuh angka Rp 1.500 per kilogram.

Dikatakan, kenaikan sudah beberapa kali dalam dua bulan terakhir ini,

”Jarang seperti ini dalam seminggu bisa naik beberapa kali, walau sedikit, tapi sudah lumayan,” ujar Subangun

Subangun menyebutkan harga TBS per 5 Agustus 2020 di empat Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) yang beroperasi di Kota Subulussalam.

PMKS PT Samudera Sawit Nabati (SSN) Rp. 1.350 per kilogram atau belum ada kenaikan.

PMKS PT Bangun Sempurna Lestari (BSL) Rp 1.440 per kilogram atau naik Rp 30.

Kemudian di PMKS PT Bumi Daya Agrotamas (BDA) Rp 1.360 per kilogram atau naik Rp 30.

Harga tertinggi di PMKS PT Global Sawit Semesta (GSS) yakni Rp. 1.500 atau naik Ro 30.

Disebutkan, dengan harga yang menyentuh Rp 1.500 di pabrik, maka tingkat petani antara Rp 1.350 atau Rp 1.400 per kilogram.

Subangun sendiri mengaku sebenarnya dengan kondisi harga minyak mentah kelapa sawit (crude palm oil/CPO) maka TBS masyarakat berada di posisi Rp 1.600 perkilogram bahkan lebih.

Sementara itu, jika dibandingkan beberapa tahun lalu, harga TBS sawit sempat dihargai hanya Rp 150 per kg.

Saat itu, banyak petani sawit membiarkan buah sawit membusuk di batang, karena tidak sesuai dengan biaya produksi. (*)

Sumber: Aceh.tribunnews.com