Palm Oil Today

Malaysia Sebut Api Karhutla di Luar Mayoritas Konsesi Sawit Perusahaannya di RI

19 Oct 2026

Meja pemantauan lingkungan dengan citra udara dan alat cuaca berlatar lanskap sawit berkabut, tanpa penanda asal api

Pemerintah Malaysia menyatakan bahwa, berdasarkan pemeriksaan terhadap perusahaan-perusahaan Malaysia yang memiliki konsesi sawit di Indonesia, kebanyakan aktivitas pembakaran yang diamati terjadi di luar area konsesi mereka. Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Pemerintah Malaysia Fahmi Fadzil dalam konferensi pers setelah rapat kabinet, sebagaimana dilaporkan ANTARA dan Warta Ekonomi.

Meja pemantauan lingkungan dengan citra udara dan alat cuaca berlatar lanskap sawit berkabut, tanpa penanda asal api

Fahmi mengatakan informasi pemeriksaan tersebut disampaikan Menteri Perladangan dan Komoditas Malaysia Noraini Ahmad kepada kabinet. Rumusan yang dikutip ANTARA adalah “kebanyakan” pembakaran berada di luar konsesi, bukan kesimpulan bahwa tidak ada satu pun area perusahaan Malaysia yang terdampak kebakaran atau bahwa asal semua titik api telah terverifikasi secara independen.

Menurut keterangan Fahmi yang diberitakan ANTARA, satu area milik Genting Plantations di Kalimantan ikut terbakar seluas sekitar lima hektare. Ia menyatakan api menjalar dari luar dan telah dipadamkan. Keterangan mengenai asal api itu merupakan pernyataan pemerintah Malaysia; sumber yang dibaca tidak memuat hasil verifikasi independen dari otoritas Indonesia atas setiap lokasi.

Fahmi juga mengatakan pihak terkait di Malaysia akan terus berkomunikasi dengan perusahaan sawitnya yang beroperasi di Indonesia. Warta Ekonomi melaporkan pemerintah Malaysia meminta pengelola kebun tidak melakukan pembakaran lahan dan tengah meninjau kembali bentuk bantuan teknis pemadaman yang pernah ditawarkan.

Terkait bantuan, Fahmi menyebut penyesuaian perlu dibahas karena kebakaran sudah meluas, sementara rincian aset yang akan dikirim belum tersedia. Pernyataan pemerintah Malaysia dan pembahasan bantuan itu perlu dibedakan dari penetapan resmi tentang penyebab karhutla di Indonesia, yang tidak dinyatakan dalam kedua sumber tersebut.

Pembaca dapat mengikuti arsip berita GIMNI untuk perkembangan isu perkebunan; tautan ini tidak memverifikasi asal api yang disebut dalam pernyataan pemerintah Malaysia.

Sumber pantauan

ANTARA Kuala Lumpur, “Malaysia sebut pembakaran lahan terjadi di luar ladang sawit milik perusahaannya”, 16 Oktober 2026

Warta Ekonomi, “Bantah Tudingan Sawit Malaysia Picu Karhutla RI, Pemerintah Malaysia Evaluasi Bantuan Pemadaman”, 18 Oktober 2026