Kalimantan Utara (Kaltara) bersiap membangun pabrik minyak goreng kelapa sawit yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Rencana investasi ini mengemuka setelah Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, menerima kunjungan PT Reksa Inti Teknologi dalam agenda penawaran pembangunan pabrik minyak goreng di Kantor Gubernur Kaltara.
Menurut Zainal, potensi bahan baku sawit di Kaltara sangat besar dan siap mendukung operasional pabrik. Saat ini, terdapat sekitar 20 pabrik kelapa sawit (PKS) yang telah beroperasi di wilayah tersebut, sehingga pasokan crude palm oil (CPO) dinilai mencukupi untuk kebutuhan produksi minyak goreng lokal.
“Potensinya besar sekali. Kita punya bahan baku yang cukup,” ujar Zainal, menegaskan optimisme terhadap percepatan pembangunan industri pengolahan sawit di Kaltara.
Dorong Hilirisasi Sawit dan Industri Turunan
Dilansir dari Jawa Pos, pembangunan pabrik minyak goreng ini menjadi bagian dari strategi hilirisasi sawit di Kaltara agar daerah tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah. Selain minyak goreng, Gubernur mendorong investor mengembangkan industri turunan seperti pabrik sabun dan produk berbasis kelapa sawit lainnya.
Langkah ini diyakini dapat membuka lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal, meningkatkan investasi daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kaltara secara berkelanjutan.
Fokus Legalitas Lahan dan Perizinan
Gubernur juga mengingatkan pentingnya memastikan lahan pabrik memiliki legalitas yang jelas dan tidak bermasalah. Ia menyarankan agar pembelian lahan dilakukan secara resmi untuk menghindari sengketa di kemudian hari.
Setelah lahan dinyatakan sah, Pemerintah Provinsi Kaltara akan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional guna mempercepat proses sertifikasi. Selain itu, investor diminta segera melengkapi dokumen perizinan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
Zainal menegaskan, percepatan pembangunan pabrik minyak goreng di Kaltara akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah. Jika seluruh proses berjalan lancar, Kaltara berpeluang memproduksi minyak goreng sendiri mulai 2027 dan memperkuat posisi sebagai sentra industri sawit di Indonesia.