Palm Oil Today

PalmCo dan Kemendag Jajaki Pasar Ekspor Sawit Baru, Porsi CPO Ekspor Ditargetkan 25 Persen

26 Oct 2026

Terminal penyimpanan minyak sawit dan kapal kargo di pelabuhan, ilustrasi editorial

PTPN IV PalmCo dan Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan menandatangani perjanjian kerja sama untuk memperluas pasar ekspor minyak sawit Indonesia. Menurut laporan ANTARA pada Rabu (21/10/2026), kerja sama itu mencakup upaya memperkuat hubungan langsung dengan pembeli internasional di tengah persiapan menghadapi persyaratan pasar Uni Eropa.

Tandan buah sawit di depan fasilitas penyimpanan dan pengiriman minyak sawit

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan, termasuk persyaratan dalam European Union Deforestation Regulation (EUDR), penting untuk mempertahankan akses pasar. Pernyataan mengenai kesiapan kebun dan ketertelusuran yang disampaikan perusahaan merupakan klaim PalmCo sebagaimana dikutip ANTARA, bukan hasil verifikasi independen.

Direktur Pemasaran dan Sistem Manajemen PTPN IV Rury C. Baskoro menyebut porsi ekspor minyak sawit mentah (CPO) perusahaan naik dari sekitar satu persen pada 2024 menjadi sepuluh persen hingga September 2026. Menurut Rury, perusahaan menargetkan porsi ekspor 25 persen, atau sekitar 759.000 ton, pada 2027 sambil tetap memprioritaskan pasokan domestik. Perkembangan data harga CPO GIMNI dapat dipantau terpisah dari target ekspor perusahaan tersebut.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag Miftah Farid menyebut China dan India sebagai pasar yang sudah dituju melalui pendekatan antarpemerintah, sementara Pakistan dan Filipina dipandang sebagai peluang. Kerja sama itu meliputi lima komoditas perkebunan—kelapa sawit, karet, kopi, teh, dan gambir—serta rencana integrasi PalmCo ke program Desa Bisa Ekspor. ANTARA melaporkan proyek percontohan program tersebut akan berfokus pada gambir di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Dalam pantauan pasar terpisah, InfoSAWIT pada Kamis (22/10/2026) melaporkan harga tender CPO franco Dumai di KPBN untuk perdagangan Rabu (21/10/2026) sebesar Rp15.115 per kilogram, turun dari Rp15.158 per kilogram pada perdagangan sebelumnya. Angka tender itu menggambarkan transaksi pada lokasi dan tanggal tertentu, bukan harga seluruh pasar atau hasil dari kerja sama ekspor PalmCo.

Sumber pantauan