Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Disperindag menyalurkan 7.920 liter Minyakita ke Pasar Galala Sofifi. RRI melaporkan kegiatan itu berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Penyaluran tersebut disampaikan sebagai bagian dari langkah pemerintah daerah menjaga ketersediaan stok minyak goreng dan menahan gejolak harga di tingkat pasar.
Dalam laporan RRI, Pelaksana Tugas Kepala Disperindag Maluku Utara Rony Saleh mengatakan langkah tersebut dilakukan atas arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara. Ia menyebut arahan itu menekankan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, terutama ketika harga minyak goreng bergerak dan stok perlu dipastikan tersedia. Pembaca yang memantau pergerakan harga eceran dapat mengikuti pembaruan terkait melalui halaman harga minyak goreng GIMNI.
Rony Saleh mengatakan Disperindag menyalurkan Minyakita agar persediaan di Pasar Galala Sofifi tetap terjaga. Keterangan itu menempatkan penyaluran sebagai tindakan pemerintah daerah di sisi pasokan. RRI tidak memuat harga jual, jumlah pedagang penerima, jumlah rumah tangga pembeli, atau rincian mekanisme pembagian dalam artikel tersebut, sehingga naskah ini tidak menambahkan angka di luar volume 7.920 liter yang disebut sumber.
Menurut keterangan yang dilaporkan RRI, pemerintah provinsi memandang penyaluran Minyakita sebagai bagian dari upaya menstabilkan kondisi pasar. Fokus yang disebut dalam sumber adalah menjaga stok dan menahan volatilitas harga minyak goreng. Karena itu, informasi utama dari peristiwa ini berada pada waktu pelaksanaan, lokasi penyaluran, volume minyak goreng, instansi pelaksana, serta arahan pimpinan daerah sebagaimana disampaikan Rony Saleh.
Artikel RRI tidak menyebut adanya perubahan harga setelah penyaluran dilakukan. Karena itu, penyaluran 7.920 liter Minyakita dalam naskah ini tidak dibaca sebagai bukti bahwa harga langsung turun atau pasar sudah stabil. Informasi yang dapat dipegang dari sumber hanya bahwa pemerintah daerah mengambil langkah distribusi untuk menjaga stok dan merespons volatilitas harga minyak goreng di Sofifi.
Pasar Galala Sofifi menjadi lokasi penyaluran yang disebut dalam laporan tersebut. Artikel RRI tidak menjelaskan apakah kegiatan serupa dilakukan serentak di pasar lain pada hari yang sama. Dengan batasan informasi itu, penyebutan lokasi dalam naskah ini dibatasi pada Pasar Galala Sofifi. Penyaluran juga tidak disebut sebagai program permanen dalam sumber, melainkan sebagai kegiatan yang dilakukan pada tanggal yang dilaporkan.
Keterangan Rony Saleh juga menunjukkan bahwa Disperindag Maluku Utara menjadi pelaksana teknis kegiatan, sementara arah kebijakan disebut berasal dari pimpinan pemerintah provinsi. RRI tidak memuat dokumen program, target distribusi berikutnya, atau jadwal lanjutan penyaluran. Karena itu, naskah ini mempertahankan atribusi kepada RRI dan kepada pernyataan Rony Saleh, tanpa menambahkan rencana yang tidak disebutkan sumber.
Selain penyaluran Minyakita, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga menggelar pasar murah dalam rangka hari ulang tahun ke-27 provinsi. RRI menempatkan kegiatan pasar murah itu dalam konteks yang sama dengan perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat. Namun, artikel sumber tidak memerinci daftar komoditas, harga, jumlah pengunjung, atau total transaksi pasar murah tersebut.
Dengan demikian, pokok informasi yang dapat dicatat dari laporan RRI adalah penyaluran 7.920 liter Minyakita oleh Disperindag Maluku Utara ke Pasar Galala Sofifi pada Sabtu, 3 Oktober 2026; tujuan menjaga stok dan menekan gejolak harga minyak goreng; pernyataan Rony Saleh bahwa kegiatan itu mengikuti arahan Gubernur dan Wakil Gubernur; serta adanya pasar murah dalam rangka hari ulang tahun ke-27 Provinsi Maluku Utara.
Sumber pantauan: RRI, “Pemprov Malut Gelontorkan 7.920 Liter Minyakita ke Sofifi”, 3 Oct 2026, https://rri.co.id/ternate/regional/2784261/pemprov-malut-gelontorkan-7920-liter-minyakita-ke-sofifi