Palm Oil Today

PTPN PalmCo Jaga Harga Minyakita Tetap Stabil

09 Mar 2026

PTPN PalmCo Jaga Harga Minyakita Tetap Stabil
Subholding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero), PTPN IV PalmCo, memastikan harga minyak goreng rakyat Minyakita tetap berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) pemerintah selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 H. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasar serta memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Dilansir dari situs Antara, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa anak usaha perusahaan, PT Industri Nabati Lestari (INL), menjual Minyakita kepada distributor dengan harga sekitar Rp13.439 per liter. Menurut Jatmiko, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen BUMN perkebunan sawit dalam menjaga kestabilan harga minyak goreng selama periode konsumsi tinggi seperti Ramadan dan menjelang Lebaran. Baca juga:  Dampak Kebijakan Harga Minyakita bagi Ekonomi dan Pasar “Sebagai BUMN yang bergerak di industri perkebunan sawit, kami memiliki tanggung jawab memastikan masyarakat dapat menjalani ibadah puasa hingga Idulfitri tanpa terbebani lonjakan harga minyak goreng,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta. Ia menegaskan bahwa harga Rp13.439 per liter merupakan harga penjualan kepada mitra distributor dalam skema business to business (B2B), bukan harga langsung ke konsumen di pasar. Dengan memberikan margin yang wajar di tingkat distributor, PalmCo berharap harga Minyakita di tingkat konsumen tetap berada sesuai HET pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. Jatmiko juga menambahkan bahwa kebijakan harga tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng rakyat di pasar domestik. “Menindaklanjuti ketegasan Menteri Pertanian, kami konsisten menerapkan harga jual yang rasional di tingkat hulu untuk memutus mata rantai anomali harga,” katanya. Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyoroti adanya anomali harga minyak goreng di pasar setelah menemukan Minyakita dijual di atas HET saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Kebayoran, Jakarta. Amran menegaskan bahwa harga minyak goreng rakyat seharusnya tetap terjangkau, mengingat Indonesia merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Baca juga: Harga Minyakita Dinilai Tak Tepat Sasaran, Industri Usul Fokus Jadi Minyak Subsidi Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat bahwa nilai ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai sekitar 24,42 miliar dolar AS, meningkat 21,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain menjaga stabilitas harga, PalmCo juga meningkatkan kapasitas produksi untuk memastikan pasokan minyak goreng tetap tersedia selama puncak konsumsi Ramadan hingga Lebaran. Perusahaan menargetkan produksi CPO meningkat lebih dari 10,5 persen menjadi sekitar 225.940 ton pada April 2026. Sementara itu, produksi minyak goreng ritel oleh INL dipacu mencapai sekitar 4,2 juta liter pada Maret dan ditargetkan naik menjadi lebih dari 4,55 juta liter pada April. “Seluruh kapasitas produksi pabrik kami saat ini difokuskan untuk produksi Minyakita, bahkan dengan menunda sementara produksi beberapa merek komersial internal,” ujar Jatmiko. Melalui langkah tersebut, PalmCo berharap pasokan Minyakita tetap tersedia di pasar sekaligus menjaga harga minyak goreng tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.