Palm Oil Today

Sahat Sinaga: Pelaku Usaha Dukung Ekspor Lewat PT DSI, Usulkan Bentuk Bursa Komoditas

19 Jun 2026

Sahat Sinaga: Pelaku Usaha Dukung Ekspor Lewat PT DSI, Usulkan Bentuk Bursa Komoditas

CNBC Indonesia dalam video berjudul “Cegah Monopoli, Pengusaha Sawit Minta PT DSI Berbentuk Bursa Komoditas” menyebut pemerintah Presiden Prabowo menetapkan kebijakan ekspor produk sumber daya alam unggulan melalui BUMN khusus, PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau PT DSI, pada 1 Juni 2026.

Sahat Sinaga: Pelaku Usaha Dukung Ekspor Lewat PT DSI, Usulkan Bentuk Bursa Komoditas

Kebijakan tersebut disebut mencakup produk batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy. CNBC Indonesia mencatat kebijakan ekspor satu pintu ini mendapat respons beragam dari pasar, termasuk pelemahan harga Tandan Buah Segar (TBS) di sejumlah daerah.

Dalam dialog CNBC Indonesia, Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga, mengatakan penurunan harga TBS berkaitan dengan kegalauan dan ketidakpahaman atas kebijakan tersebut. Menurut Sahat, kekhawatiran bahwa volume perdagangan dapat terhambat membuat Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menunda pembelian sawit, sehingga harga TBS turun.

Sahat mengatakan kondisi tersebut diyakini mulai membaik. Ia juga menyampaikan bahwa pelaku usaha mendukung kebijakan ekspor melalui PT DSI.

Namun, Sahat meminta agar PT DSI tidak berbentuk monopoli. Ia mengusulkan agar PT DSI berbentuk bursa komoditas, sehingga menurutnya dapat menarik investasi dan memperkuat pengawasan.

Dalam dialog yang sama, Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Sabarudin, menyebut guncangan yang terjadi merupakan respons atas kekhawatiran terhadap keberlanjutan produksi dan penyerapan TBS petani.

SPKS menyebut terdapat 2 juta hingga 3 juta petani sawit. Karena itu, SPKS berharap ada sosialisasi terhadap kebijakan yang terkait dengan petani sawit.

CNBC Indonesia juga mencatat bahwa dalam dua pekan, isu ekspor satu pintu disebut telah membuat kerugian petani mencapai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per petani, atau total sekitar Rp 100 miliar per hari.

Dialog tersebut ditayangkan dalam program Squawk Box CNBC Indonesia bersama Andi Shalini, Direktur Eksekutif GIMNI Sahat Sinaga, dan Ketua Umum SPKS Sabarudin.

Sumber: CNBC Indonesia, YouTube: Cegah Monopoli, Pengusaha Sawit Minta PT DSI Berbentuk Bursa Komoditas.