PT Astra Agro Lestari Tbk memanfaatkan sekitar 8,01 juta normal meter kubik biogas dari limbah cair pabrik kelapa sawit melalui tiga fasilitas penangkapan metana di Riau hingga semester I 2026.
Direktur Astra Agro Lestari Tingning Sukowignjo menjelaskan teknologi penangkapan metana digunakan untuk mengolah Palm Oil Mill Effluent atau POME menjadi biogas. Gas yang ditangkap kemudian dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi dalam kegiatan operasional pabrik.
Tiga fasilitas tersebut beroperasi di PT Eka Dura Indonesia, PT Tunggal Perkasa Plantations, dan PT Kimia Tirta Utama. Menurut paparan perusahaan yang dikutip ANTARA, pemanfaatan biogas dari ketiganya berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 39.573 ton karbon dioksida ekuivalen hingga semester I 2026.
POME dari proses pengolahan sawit dialirkan ke fasilitas biogas untuk menangkap gas metana. Biogas yang dihasilkan disebut memiliki kandungan metana sekitar 55 persen dan dapat digunakan sebagai bahan bakar boiler untuk menggantikan sebagian penggunaan cangkang inti sawit.
ANTARA juga mengutip data Kementerian ESDM bahwa realisasi pemanfaatan biogas nasional mencapai 103,2 juta meter kubik pada 2025. Lebih dari 75 persen pemanfaatannya berasal dari penggunaan langsung atau nonlistrik di sektor industri, termasuk sekitar 71 juta meter kubik per tahun dari 32 pabrik kelapa sawit.
Sumber pantauan: ANTARA — Astra Agro manfaatkan 8,01 juta Nm3 biogas dari limbah cair sawit, 23 September 2026, 17.45 WIB.