Kelompok Jamur Organik Serumpun (JOS) di Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, sukses membudidayakan jamur dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit. Anggota kelompok tani Serumpun berjumlah 15 orang anggota yang termasuk di dalamnya terdapat tiga orang pengurus.

Kegiatan Kelompok JOS berfokus untuk melakukan produksi jamur tiram dan jamur merang yang selanjutnya dipasarkan di tingkat lokal antar kabupaten di sekitar Kabupaten Aceh Tamiang. Selain menjual jamur mentah, Kelompok JOS juga melakukan produksi produk turunan jamur tiram dan merang di antaranya, keripik jamur, pepes jamur dan sate jamur.

Pendampingan Kelompok Jamur Organik Serumpun (JOS) merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field. Program pendampingan Kelompok JOS berada di Kampung Sukaramai-1, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Pelaksanaan program pendampingan Kelompok JOS merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah ring 1 perusahaan. Program ini mempunyai goal untuk dapat menghasilkan One Village One Product (OVOP). Kegiatan ini telah dilaksaanakan sejak tahun 2015 dengan sistem budidaya yang ramah lingkungan.

Pelaksanaan pendampingan program Kelompok JOS dilaksanakan dengan menggunakan skema pemberdayaan masyarakat. Skema pemberdayaan mengedepankan peran aktif masyarakat penerima manfaat dalam proses pelaksanaan program.

Penerima manfaat didorong untuk tidak hanya menjadi objek, namun juga menjadi subjek. Sebagai implementasi di lapangan, Kelompok JOS dilibatkan sejak proses perencanaan program yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mengatasi persoalan di lapangan. Pemecahan persoalan dilaksanakan dengan mempertimbangkan potensi yang ada di masyarakat.

“Inovasi yang dilakukan oleh kelompok JOS sebagai gambaran, Kelompok JOS melaksanakan inovasi berupa pemanfaatan limbah tandan kosong sawit sebagai alternatif media tanam jamur merang. Tandan kosong sawit merupakan salah satu limbah dalam proses produksi minyak kelapa sawit, tandan kosong sawit banyak terdapat di wilayah Kampung Sukaramai Satu karena wilayah tersebut dikelilingi oleh perusahaan sawit skala besar,” terang Rantau Field Manager Totok Parafianto dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/11/2019).

Kendala yang sering dihadapi oleh petani jamur adalah terbatasnya bibit jamur yang sulit didapatkan, oleh karena itu, pendampingan budidaya jamur ini juga mencoba meningkatkan kapasitas para petani dengan keterampilan pembuatan bibit jamur mandiri. Kelompok JOS sudah menjadi kelompok percontohan bagi para petani Jamur di wilayah Aceh Tamiang.

Pada tahun 2019 ini, keterlibatan anggota kelompok akan semakin besar diharapkan dalam kemajuan program karena sudah memasuki tahap peguatan program. Program penguatan program fokus pada pengembangan strategi pemasaran yang diimbangi dengan pengembangan unit usaha jamur.

 

Sumber: Detik.com