InfoSAWIT, JAKARTA – Sebagai organisasi pengusaha, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) terus berupaya mempromosikan praktik kerja layak (decent work). Ini sejalan dengan agenda sektor Sumberdaya Manusia (SDM) yang dianut pemerintahan Presiden Jokowi, sekaligus berkontribusi dalam agenda SDGs.

“Jadi guna mewujudkan industri kelapa sawit di Indonesia berkelanjutan sekaligu untuk mencapai tujuan nasional adalah upaya multi pihak dan multi aspek,” catat Ketua Bidang Ketenagakerjaan GAPKI, Sumarjono Saragih, dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, Senin (1/3/2021).

Lebih lanjut kata Sumarjono, tiga pilar keberlanjutan yang dikenal adalah 3P: yakni People, Planet and Profit perlu menjadi landasan dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit. Dimana aspek P (People = Manusia) menjadi salah satu pilar. Pekerja atau buruh menjadi salah satu unsur utama dan jumlahnya cukup besar, merujuk data Bapennas 2015 menyebutkan ada 16 juta lebih pekerja.

Lantas, beberapa tahun terakhir aspek pekerja mendapat sorotan dan tudingan dari berbagai pihak, baik dari domestik maupun tingkat global. “Menyikapi situasi ini, GAPKI menggalang berbagai inisiatif dan bekolaborasi dengan berbagai pihak,” kata Sumarjono.

Studi Diagnostik ILO (Intr Lab Org) 2015 menyebutkan salah satu defisit perburuhan sawit Indonesia adalah  pengawasan. Pemerintah sebagai otoritas pengawas memang memiliki keterbatasan sumberdaya (dana dan anggaran). Oleh karena itu Pemerintah memperkenalkan SK Menaker No. 257 tahun 2014. Mendorong tentang Kepatuhan Mandiri (self compliance). Internal perusahaan akan memiliki mekanisme dan kader kepatuhan bersertifikasi. Dikenal dengan KNK (Kader Norma Ketenagakerjaan). “Kita berharap dengan kepatuhan yang tinggi akan menutup celah kampanye negatif dan akhinya memulihkan citra sawit Indonesia,” katanya.

Kata Sumarjono, kegiatan pelatihan ini adalah tahap awal dari serangkain rencana pelatihan KNK. Kali ini, GAPKI – ILO dan JAPBUSI melatih 25 orang calon KNK. Kombinasi 10 orang dari serikat buruh dan 15 orang dari perusahaan anggota GAPKI.

Pelatihan dilakukan virtual selama 50 jam. Dalam 5 hari mulai 1-5 Maret 2021. Pelatihan virtual dengan kombinasi ceramah, diskusi dan e-learning.

Kementerian Ketenagakerjaan mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak pada sektor perkebunan kelapa sawit, terkait isu ketenagakerjaan. “Semoga kelas eksekutif KNK yang diprakarsai GAPKI dan ILO ini dapat memberikan semangat yang lebih dalam rangka penguatan Inpres terkait Rencana Aksi Kelapa Sawit Berkelanjutan tahun 2020 – 2024” ujar Pejabat Penanggung Jawab Program KNK, Armansyah.

Kegiatan ini juga bagian dari rangkain progam GAPKI menyambut may day. “May Day 2021: Kerja Layak Menuju Sawit Indonesia Berkelanjutan”. (T2)

 

Sumber: Infosawit.com