Palm Oil Today

Bappenas Dorong Produktivitas Sawit Naik Tanpa Perluasan Lahan

10 Aug 2026

Tim lapangan memeriksa produktivitas kebun sawit yang dikelola tanpa perluasan lahan

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mendorong peningkatan produktivitas sebagai bagian penting dari transformasi industri kelapa sawit Indonesia. Pemerintah menempatkan intensifikasi kebun sebagai langkah untuk menaikkan produksi tanpa terus membuka lahan baru.

Dalam penutupan Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 di Pekanbaru pada Sabtu, 8 Agustus 2026, Rachmat mengatakan penguatan hilirisasi perlu berjalan bersama pembenahan sektor hulu. Menurutnya, industri pengolahan tidak akan berkembang optimal apabila ekosistem produksi bahan baku belum disiapkan dengan baik.

Intensifikasi produksi disebut sebagai satu dari tiga pilar transformasi industri sawit. Dua pilar lainnya ialah peningkatan investasi pada sektor pengolahan di dalam negeri serta industrialisasi berbasis sumber daya alam yang mengintegrasikan ekosistem hulu hingga hilir.

Rachmat juga menekankan bahwa pekebun harus menjadi bagian penting dalam transformasi tersebut. Peningkatan produktivitas dan hilirisasi, menurutnya, perlu memberikan manfaat bagi kesejahteraan petani, termasuk melalui kemitraan berkelanjutan, penguatan sektor hulu, diversifikasi produk olahan, dan integrasi rantai hulu-hilir.

Ia mengingatkan pentingnya memetik pelajaran dari pola Nucleus Estate and Smallholders (NES) atau Perkebunan Inti Rakyat pada era 1970–1980-an. Model itu dinilai menunjukkan arti penataan lahan dan kemitraan berkelanjutan dalam pembangunan perkebunan sawit.

SIEXPO 2026 berlangsung pada 6–8 Agustus di Pekanbaru dengan tema “Kolaborasi, Inovasi, dan Resiliensi Industri Sawit”. Penutupan acara turut dihadiri perwakilan pemerintah, industri, akademisi, pekebun, serta Direktur Eksekutif GIMNI Sahat Sinaga.

Sumber Pantauan

Sawit Setara, “Bappenas: Produktivitas Sawit Harus Naik Tanpa Buka Lahan Baru”, 8 Agustus 2026. Baca sumber asli.