Mengantisipasi kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri, Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) dan Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI) sebagai produsen minyak goreng, serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Hasil kerja sama itu adalah rencana untuk memproduksi 11 juta liter minyak goreng yang dibanderol seharga Rp 14.000 per liter, di mana produksinya akan dilakukan oleh GIMNI dan AIMMI lalu dijual melalui APRINDO.
Namun, fakta di lapangan berbeda. Berdasarkan penelusuran kumparan, minyak goreng Rp 14.000 per liter tak ditemukan di minimarket-minimarket. Padahal, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan bahwa minyak goreng murah tersebut bisa diperoleh di Indomaret, Alfamart, dan Alfamidi.
Dihubungi kumparan, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, realisasi dari 11 juta liter minyak goreng tersebut saat ini masih 7 persen atau sekitar 700 ribu liter. Kendati demikian, ia mengatakan target produksi itu adalah untuk persiapan Natal dan Tahun Baru.
“Itu kan untuk persiapan Natal, jadi sekarang itu kami sedang proses mempertemukan pelaku ritel dengan perusahaan minyak goreng di mana mereka sekarang sedang dan akan memproduksi sampai 11 juta liter,” kata Oke Nurwan kepada kumparan, Senin (6/12).
Di Mana 11 Juta Liter Minyak Goreng Rp 14.000 Seliter yang Dijanjikan Kemendag? (1)

searchPerbesar
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan. Foto: Resya Firmansyah/kumparan
Oke Nurwan juga mengatakan saat ini pendistribusian minyak goreng Rp 14.000 per liter juga masih sebagian kecil. Baru di kota-kota besar di Jawa dan sebagian di Sumatera saja.
Agar 11 juta liter minyak goreng ini bisa memenuhi kebutuhan pada Natal dan Tahun Baru, Oke Nurwan mengatakan pihaknya terus berupaya agar bisa segera mempercepat pendistribusiannya.
“Kita akan terus dorong hingga mencapai 11 juta liter. Ini akan segera dipercepat supaya bisa mengantisipasi kebutuhan natal dan tahun baru. Mudah-mudahan,” tutur Oke Nurwan.
Selain itu, untuk memastikan ketersediaan minyak goreng selama Natal dan Tahun Baru, Kemendag juga siap menambah pasokan minyak goreng tersebut. “Kami juga lagi berusaha menambah menjadi 12 juta (liter), kita tambah,” lanjutnya.
Sumber: Kumparan.com